Kehangatan Sentuhan Ibu dalam Boneka Clay yang Ramah Lingkungan
Kehangatan sentuhan Ibu dalam produk kerajinan tangan boneka clay Mammu Handmade dengan memanfaatkan bahan yang ramah lingkungan. (Foto: Mammu Handmade)

Jakarta, MNEWS.co.id – Bisnis yang diawali dari sesuatu yang kita sukai, biasanya akan dijalankan dengan perasaan yang happy. Seperti cerita Martha Wongso, pelaku usaha asal Jakarta Barat yang menjadikan hobinya di bidang kerajinan tangan dalam membuat boneka clay sebagai sebuah peluang usaha.

Usahanya yang bernama Mammu Handmade terinspirasi saat Martha sedang asyik berjalan di pusat perbelanjaan dan melihat sebuah workshop kerajinan clay. Akhirnya, Ia pun tertarik dan mempelajari mengenai kerajinan clay mulai dari cara pembuatan, bahan baku, hingga proses pengemasan.

Boneka Clay (Clay doll) merupakan kerajinan yang dibuat dari bahan khusus bernama paper clay yang berbentuk seperti tanah liat dan biasanya berwarna putih. Martha membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk belajar membuat produk tersebut.

Berpikir bahwa bisnis di bidang kreatif ini tak akan pernah mati, maka Ia pun langsung bertindak tanpa menunda lagi. Martha memulai usaha dengan modal awal yang dikeluarkannya saat itu berkisar sebesar Rp500.000,-.

Mammu Handmade, bisnis yang dibangun sejak tahun 2018 oleh Martha memiliki makna sebagai kerajinan tangan yang dibuat dengan sentuhan hangat seorang ibu. Penggunaan nama ‘Mammu’ sendiri memiliki arti yaitu mama.

Mammu Handmade menjual berbagai kerajinan clay dengan bentuk yang lucu dan dibuat secara langsung. Konsumen dapat membeli produk Mammu Handmade untuk koleksi pribadi ataupun souvenir untuk acara-acara spesial.

Kerajinan clay yang disediakan oleh Mammu Handmade kebanyakan berbentuk pajangan dan boneka dengan berbagai motif desain yang unik. Martha mengatakan, desain pada produknya juga dapat dibuat sesuai dengan permintaan konsumen. Produk Mammu Handmade menyediakan clay doll untuk souvenir acara seperti ulang tahun, pernikahan, dan lainnya.

Bahan baku yang digunakan memakai produk ramah lingkungan contohnya seperti sisa kain perca untuk baju boneka dan beberapa manik-manik kecil yang sudah ada. Untuk proses pembuatan boneka dari adonan clay dibentuk langsung dengan tangan serta dibantu melalui alat sederhana.

Dalam menjalankan usahanya, Martha dibantu oleh saudara dan temannya yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat. Martha menentukan sendiri konsep dan desain produk yang akan dibuat, atau sesuai dengan permintaan konsumen. Kapasitas produksi pun tidak menentu, tergantung dari tingkat kesulitan produknya. Harga produknya berkisar mulai dari Rp10.000,- hingga Rp450.000,-.

Tidak hanya membuat kerajinan clay, Martha juga memproduksi masker kain dengan berbagai motif yang menarik. Menurutnya, dengan penambahan produk masker mampu membantu usahanya bertahan di tengah masa pandemi hingga saat ini.

Martha mengatakan, masa pandemi menjadi tantangan tersendiri baginya dalam membuat produk kerajinan tangan. Mulai dari penjualan hingga kebutuhan bahan baku yang lebih mahal harganya. Namun, Ia tetap optimis untuk terus bertahan dengan modal kreativitas yang dimilikinya.

Selain itu, Martha juga mengoptimalkan strategi pemasaran produknya di masa pandemi ini, salah satunya adalah dengan memanfaatkan penjualan online. Saat ini, Mammu Handmade memasarkan produknya melalui media sosial Instagram, WhatsApp, dan marketplace. Sementara untuk offlline, Martha menjajakan produknya melalui workshop dan bazar sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Martha berharap untuk ke depannya, usahanya dapat lebih berkembang lagi, terutama dalam kapasitas produk dan varian bentuk. Selain itu, Ia juga bercita-cita suatu hari dapat memiliki tempat sendiri untuk membuat workshop bagi Mammu Handmade.

Penulis: Rasti R.
Editor: Regina Mone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here