Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dalam konferensi pers penerapan kembali masa PSBB pada Rabu (9/9/20).(Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta, MNEWS.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap tiga program pemulihan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dapat membuat sektor ekonomi makin berkembang. Ia meminta pengusaha UMKM serius mengembangkan usaha di tengah ekonomi yang sulit.

Anies mengatakan pemerintah menyadari bahwa efek pandemi telah berpengaruh terhadap semua sektor mulai dari kegiatan agama, sosial hingga ekonomi. Pemerintah berharap wabah bisa segera dikendalikan dan pandemi ini bisa lebih cepat berakhir.

Pemerintah juga telah berupaya untuk mengatasi pandemi ini dan memberikan bantuan untuk memulihkan ekonomi yang terkenda dampak. Pemerintah telah memberikan bantuan berupa relaksasi izin usaha dan permodalan.

Tiga jurus yang dirancang oleh Anies, yaitu terdiri atas relaksasi pemberian izin usaha mikro kecil (IUMK), pemberian kredit pemula dan penyaluran dana program pemulihan ekonomi oleh Bank DKI, serta pembentukan koperasi di kampung prioritas. Program tersebut dijalankan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).
 
Anies meminta UMKM memanfaatkan IUMK sebaik-baiknya. Pelaku usaha UMKM juga diminta berkomitmen mengembangkan usahanya menjadi lebih besar. “Jaga kepercayaan dari pelanggan dan lembaga keuangan karena kegiatan usaha sesungguhnya adalah ‘kegiatan kepercayaan’,” katanya.

 
Pemprov DKI terus berupaya memfasilitasi UMKM berkembang. Anies berharap usaha mikro bisa ‘naik pangkat’ jadi usaha kecil atau menengah meskipun Jakarta sedang krisis akibat pandemi. “Kita ingin Jakarta berkeadilan, merasakan Jakarta maju berkembang. Tugas kita membesarkan (usaha) yang kecil,” tambahnya.
 
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sri Haryati mengatakan 43.950 IUMK diterbitkan dalam program relaksasi pada Juli-September 2020. Sebanyak 153 UMKM memproses pengajuan kredit di Bank DKI pada pada September 2020. Selain itu, ada 12 koperasi di kampung prioritas telah didirikan.

Sejak relaksasi izin diberikan pada 6 Juli hingga 8 September lalu, pemerintah telah mengeluar 43.950 izin usaha mikro dan kecil atau IUMK. Sebelum relaksasi ini dilakukan sejak Januari hingga Juni lalu, izin usaha yang keluar baru mencapai 6.952 IUMK. “Sampai sekarang sudah mencapai 50 ribu IUMK dengan omzet Rp368 miliar,” ungkapnya.