Ilustrasi Strategi Manajemen. (Foto: Unsplash/Startae Team)

Jakarta, MNEWS.co.id – Terbatasnya aktivitas masyarakat selama masa pandemi mempengaruhi roda perekonomian. Pemerintah menyatakan resesi ekonomi sudah terjadi di Indonesia, tepatnya mulai Oktober 2020 ini. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan strategi baru untuk beradaptasi dan membangun champion team dalam menghadapi resesi.

Hal ini menjadi pembahasan utama dalam acara Top Business Talk #2: “Bangun Champion Team, Hadapi Resesi” Jumat, (16/10/20) yang diselenggarakan oleh TopKarir.

Chief People & Legal Officer MAKA Group, Adisti Ikayanti menjelaskan bagaimana salah satu brand unggulan dari MAKA Group, Toko Kopi Tuku, memperbarui strategi penjualan selama pandemi dan bersiap hadapi resesi dengan melihat peluang baru.

“Saat awal PSBB, kami berpikir bagaimana Tuku bisa tetap dinikmati orang walaupun banyak keterbatasan akses. Akhirnya kami berinovasi dengan produk dan membuat Tukucur, kopi Tuku dalam kemasan 1 liter, sehingga orang-orang bisa tetap menikmati kopi Tuku tanpa perlu memesan berkali-kali dalam kemasan kecil,” katanya.

Adisti menjelaskan bagaimana adaptasi penjualan membutuhkan champion team untuk menjalankannya.  Karena sebelumnya tim yang in charged tidak begitu familiar dengan platform e-commerce, akhirnya MAKA Group perlu melakukan restrukturisasi tim, jadi ada karyawan yang dipindah antar departemen supaya kerjanya lebih efektif.

Selain itu, pihaknya juga melakukan rekrutmen dibantu oleh TopKarir dalam proses mencari dan mengembangkan talenta kerja, jadi kami bisa lebih fokus ke perbaruan strategi sementara proses rekrutmen dan development talenta kerja dibantu TopKarir.

Sementara itu, Steering Committee Inclusive Human Resource Indonesia (IHRI) Anwar Yulistianto,  menjelaskan bagaimana perusahaan terutama HRD perlu untuk beradaptasi dengan perubahan di era baru. Pandemi Covid-19 dan resesi yang terjadi di Indonesia mempercepat perubahan terjadi.

“Hal ini mendorong tim HR dan perusahaan untuk cepat beradaptasi dan melakukan adjustment dari sisi model bisnis maupun cara kerja yang didukung dengan perangkat kerja berbasis teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di era digitalisasi ini. HRD perlu membangun sistem untuk menjamin efektifitas dan produktifitas selama kerja dari rumah seperti sistem absensi, pembagian tugas, dan evaluasi pekerjaan,” kata Anwar.

Setelah memperbarui strategi perusahaan, dibutuhkan tim yang cekatan untuk menjalankannya. Tutut Handayani selaku Psikolog menilai talenta muda yang dibutuhkan perusahaan selama resesi adalah mereka yang bisa cepat beradaptasi.

Sementara CEO TopKarir Indonesia, Bayu Janitra Wirjoatmodjo, menambahkan bahwa menemukan talenta muda yang cepat beradaptasi perlu dilakukan secara cepat, mudah, dan efektif. Bangkitnya perusahaan dari resesi bergantung pada kinerja talenta kerja di dalamnya.

“Selama ini, TopKarir membantu mempermudah MAKA Group menemukan dan mengembangkan talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan tim seiring perbaruan strategi yang dilakukan. Sementara, bagi perusahaan yang tidak melakukan rekrutmen, TopKarir membantu dalam mengembangkan skill karyawan untuk dapat beradaptasi dengan kebutuhan serta strategi baru melalui fitur TopEdu,” ungkapnya.

Sampai dengan saat ini TopKarir juga bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) untuk membantu menghubungkan industri dengan tenaga kerja Indonesia sehingga membuka lebih banyak peluang kerja. TopKarir telah membantu lebih dari 58 ribu perusahaan dalam menemukan dan mengembangkan talenta muda siap kerja sesuai dengan kebutuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here