Ilustrasi Digital. (Foto: 123rf)

Jakarta, MNEWS.co.id – Adaptif dan inovatif menjadi syarat mutlak bagi pelaku UMKM untuk dapat bersaing di pasar digital yang sangat dinamis. Khususnya di masa pandemi ini, para pelaku UMKM harus memutar otak agar usahanya dapat tetap berjalan, salah satunya dengan beradaptasi memanfaatkan teknologi digital untuk dapat memperluas pasar.

Lalu apa saja peluang yang didapatkan UMKM Indonesia dalam penggunaan platform digital?

Dalam Techminar Kreen Indonesia bertemakan UMKM Digital Expo 2020 yang diadakan pada Kamis (15/10/2020), para narasumber mengajak peserta untuk membahas lebih lanjut mengenai UMKM Indonesia dari sisi peluang dan potensi ekspor UMKM Indonesia, cara memasarkan serta meningkatkan penjualan UMKM melalui platform digital, dan juga efisiensi manajemen usaha dengan memanfaatkan teknologi digital.

Techminar Kreen Indonesia ini menghadirkan beberapa narasumber antara lain Arini Astari (CEO Moodah), Julio (Founder Komunitas Bisa Ekspor), Fauzan Ghani (Founder Doogether), Lucassen Salim (Paper.id), dan Elisabeth Ratu Rante Allo (Plt Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta).

Sesi Techminar Kreen Indonesia bertemakan UMKM Digital Expo 2020 yang diadakan pada Kamis (15/10/2020). (Foto: Dok. MNEWS)

Julio selaku Founder Komunitas Bisa Ekspor mengatakan, UMKM Indonesia memiliki potensi untuk mengekspor berbagai produk ke pasar internasional. Terlebih saat ini pemerintah dan berbagai pihak telah membantu UMKM masuk pasar digital untuk mempermudah ekspor ke pasar asing.

Menurutnya, ada berbagai alasan serta keuntungan apabila pelaku UMKM menjadi seorang eksportir. Pertama, keuntungan yang didapatkan akan jauh lebih tinggi, karena biasanya eksportir melalukan transaksi bisnis dalam jumlah produk yang lebih banyak dibandingkan lokal. Selain itu, bertransaksi dengan pembeli internasional akan memiliki harga jual yang lebih baik.

Kedua, UMKM berkesempatan memiliki market yang lebih luas. Setiap negara memiliki kebutuhan pokok dan bahan baku mentah yang sebenarnya bisa di-supply dari Indonesia, sehingga UMKM tidak hanya bersaing di dalam negeri saja, namun bisa melakukan target market ke negara lain di pasar internasional.

Dan yang terakhir, ekspor memberikan dampak sosial yang besar ke banyak pihak, tidak hanya ke bisnis pribadi. Menurutnya, ekspor dapat memberikan peluang yang lebih besar sehingga otomatis banyak pelaku usaha yang dapat terlibat dalam proses bisnis tersebut sehingga bisa memberikan dampak yang lebih luas.

Berkembangnya sebuah bisnis juga berawal dari manajemen laporan keuangan yang baik. Hal tersebut ditekankan oleh Astari selaku CEO Moodah. Menurutnya, di tengah masa New Normal saat ini, penting bagi UMKM untuk menggunakan aplikasi digital dalam kegiatan usahanya, tak terkecuali dalam menyusun laporan keuangan.

Ia menjelaskan aplikasi Moodah menawarkan kemudahan untuk menyusun laporan keuangan secara digital melalui berbagai fitur. Selain itu, aplikasi ini juga membantu para pelaku UMKM dalam mencatat hasil penjualan atau pemasukan, serta pengeluaran dan hutang piutang secara digital.

Plt Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM)​​​​​​ DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menjelaskan, ada beberapa cara agar UMKM bisa beradaptasi pada era digitalisasi dan new normal.

Mulai dari memasarkan produk secara online (marketplace), membuat promosi kreatif dan menarik melalui media sosial, mencari atau memesan bahan baku secara online, bermitra dengan perusahaan startup berbasis teknologi, melakukan perubahan model bisnis dari toko fisik menjadi online, dan menggunakan transaksi non-tunai agar mudah melakukan pembukuan secara digital.

Melalui adaptasi ini, diharapkan para pelaku UMKM Indonesia dapat menjadi masa depan usaha yang berkelanjutan mengingat pentingnya peran yang dimiliki oleh UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here