Ilustrasi Produk Lokal. (Foto: Liputan 6)

Jakarta, MNEWS.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus berupaya memperkuat ekonomi lokal agar bisa menyelamatkan perekonomian nasional. Salah satunya dengan mendorong masyarakat untuk membeli dan konsumsi produk-produk lokal.

“Komitmen untuk memperkuat produk lokal akan menyelamatkan ekonomi nasional dari resesi,” kata Rully Indrawan, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.

Rully menjelaskan di tengah pandemi saat ini pertumbuhan ekonomi nasional sedang mengalami tantangan yang cukup serius. Angka kemiskinan dan pengangguran meningkat. Ia menilai koperasi mampu mengembalikan kekuatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah akan terus berupaya agar di Kuartal III 2020 ekonomi bisa kembali bangkit. Ia optimis Agustus ini menjadi penentu keberhasilan.

Untuk mendukung usaha itu, pemerintah telah mengucurkan penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk sektor KUMKM sebesar lebih dari Rp123 triliun. Dan saat ini koperasi telah memiliki sumber pembiayaan dari LPDB KUMKM, penyaluran  100 persen untuk koperasi telah dilakukan.

Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM terkait penyaluran bantuan sosial produktif, dimana sebanyak 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro akan mendapat Bansos modal kerja. “Pada 17 Agustus mendatang, Bansos Sosial Produktif rencananya akan diluncurkan langsung oleh Presiden Jokowi,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan bahwa koperasi yang merupakan bagian dari kehidupan sehari- hari, tentu tidak boleh goyah dalam keadaan apapun. Apalagi koperasi merupakan wujud dari dari ekonomi mikro, kecil, dan menengah, serta ekonomi kerakyatan.

Rudy menambahkan di Kabupaten Garut ada sekitar 1.500 koperasi dan berjalan baik. Namun, di beberapa titik dengan adanya Covid-19 ini ada pembatasan akses pemasaran sehingga banyak kegiatan-kegiatan yang ditutup. Ada sekitar 600 ribu sekolah dasar dan SMP, serta 300 ribu SLTA di Garut, sehingga KUMKM mengalami kebuntuan dalam pemasaran.

Sehingga banyak koperasi yang memberikan pinjaman kepada sekolah, untuk memasukan siswa sekolah bahkan membiayai anaknya untuk masuk ke perguruan tinggi. Di samping itu, Kabupaten Garut mendapat apresiasi dengan menerima bantuan sebesar Rp15 miliar karena penyelenggaraan keuangan daerah yang akuntabel dan transparan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here