Ilustrasi UMKM Binaan Bank BRI. (Foto: Bank BRI)

Jakarta, MNEWS.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  fokus menyasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sektor pangan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Sunarso selaku Direktur Utama BRI, mengatakan bahwa penyelamatan UMKM agar kembali bangkit menjadi hal yang penting karena segmen tersebut sangat berperan dalam perekonomian nasional. Setidaknya 99,99% entitas bisnis di Indonesia ada di segmen UMKM yang juga mampu menyerap 97% tenaga kerja.

“UMKM kita sekarang itu slowdown dan ada yang shutdown, karena interaksi masyarakat berkurang, sehingga aktivitas ekonomi berkurang dan semua menjadi menurun. BRI mengambil langkah, meski tidak tahu kapan krisis ini berakhir, jangan sampai kekurangan pangan. Kita dorong lewat jalur pangan,” katanya.

Sunarso mengatakan BRI fokus menyalurkan kredit kepada sektor pangan dan menyasar UMKM untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Harapannya, hal tersebut dapat menjadi pengungkit bagi bergeraknya sektor riil, seperti distribusi, transportasi, dan perdagangan.

“Roda ini harus dikembalikan ke putaran normal, dipicu pada sektor pangan. UMKM itu lebih membutuhkan edukasi dan pendampingan supaya mereka bisa menjadi mitra lembaga keuangan secara setara,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE), Piter A. Redjalam mengatakan bahwa menjaga ketahanan dan keberlangsungan dunia usaha sekaligus menjaga stabilitas sektor keuangan menjadi penentu keberhasilan dalam menghindari terjadinya krisis.

“Kebijakan restrukturisasi [kredit] ini membantu dunia usaha dan keuangan. Cakupan kebijakan pemerintah sudah luas. Diperlukan sinergi, bahu membahu menjaga dunia usaha dan sektor keuangan, sinergi antarlembaga mutlak diperlukan,” kata Piter.

Restrukturisasi kredit juga merupakan salah satu upaya nyata Bank BRI menyelamatkan UMKM yang terkena dampak pandemi Covid-19. Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut dari POJK Nomor 11/2020.

Sejak 16 Maret—6 Juli 2020, Bank BRI telah merestrukturisasi kredit dari 2,88 juta debitur yang terdampak Covid-19, dengan total nilai mencapai Rp177,304 triliun.

BRI juga menggandakan penempatan dana pemerintah ke bank negara menjadi tiga kali lipat dalam bentuk ekspansi kredit dalam 3 bulan. Pada 24 Juni 2020, Bank BRI mendapatkan dana penempatan senilai Rp10 triliun.

Kemudian pada 25 Juni—15 Juli 2020, BRI telah menyalurkan kredit dalam rangka penempatan dana pemerintah sekitar Rp13,59 triliun dengan jumlah debitur penerima mencapai 295,617 debitur.

Tidak hanya itu, Bank BRI juga gencar menyalurkan stimulus tambahan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) tahap pertama yang telah diterima dari Pemerintah kepada lebih dari 211.477 debitur, dengan total nilai Rp12,97 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here