Suasana Galeri Kiwari di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. (Foto: Bayu Adji P)
Suasana Galeri Kiwari di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. (Foto: Bayu Adji P)

Tasikmalaya, MNEWS.co.id – Bank Indonesia (BI) telah meresmikan pusat kerajinan serta makanan hasil olahan Tasikmalaya  yang berada di Jalan Pesantren Al Misbah, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Tempat yang dinamakan Galeri Kiwari itu dijadikan gerai sekaligus tempat tempat workshop para perajin di Kota Tasikmalaya.

Heru Saptaji selaku Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya mengatakan, diresmikannya Galeri Kiwari merupakan sebuah destinasi wisata belanja yang menjajakan seluruh kerajinan dan olahan makanan di Tasikmalaya atau one stop shopping destination. Bukan hanya memampilkan kerajinan dari Kota Tasimmakaya, tempat itu juga menampilkan berbagai produk dari wilayah Priangan Timur dari berbagai usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan BI Tasikmalaya.

Peresmian tersebut merupakan kelanjutan dari program pariwisata terintegrasi Priangan Timur atau One Stop East Prianger Tourism. “Kalau orang berwisata, dia pasti akan berpergian ke tempat indah sejuk, dan mesti ada cenderamata. Di tempat ini semua disediakan,” katanya.

Heru menjelaskan, produk kreatif unggulan UMKM binaan BI di wilayah Priangan Timur berkumpul di Galeri Kiwari. Menurut dia, beberapa produk unggulan yang dijual di tempat itu adalah kerajinan yang biasa dipamerkan di berbagai kegiatam berskala nasional, bahkan beberapa ada yang sudah menembus pasar internasional.

Melalui kehadiran Galeri Kiwari, pihaknya ingin mengarahkan wisatawan yang datang ke Tasikmalaya bukan sekadar menikmati suasananya. Lebih dari itu, wisatawan juga dapat berbelanja berbagai macam kerajinan dan olahan makanan yang dijajakan dalam satu tempat.

Saat ini Galeri Kiwari menghadirkan berbagai kerajinan dan olahan makanan dari sekitar 34 UMKM binaan BI. Mulai dari kain bordir, payung geulis, kelom geulis, tarumpah, batik, tas, mendong, olahan makanan, hingga kopi. Selain itu barang-barang tersebut juga dapat dipesan melalui laman perdagangan elektronik atau e-commerce, dengan harga yang diklaim lebih murah dari pasaran di kota-kota besar.

Heru mengatakan, dengan adanya satu tempat yang menjual berbagai macam produk kerajinan dari, diharapkan produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Tasikmalaya dari sektor perdagangan semakin meningkat. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here