Ilustrasi Revenue & Income (google)
Ilustrasi Revenue & Income (google)

Jakarta, MNEWS.co.id – Istilah keuangan yang sudah sangat tidak asing untuk didengar bagi para pelaku usaha adalah revenue dan income. Namun ternyata, masih banyak pelaku usaha yang sering menggunakan istilah ini secara bergantian, tetapi terkadang dalam konteks yang salah. Istilah ini memang terdengar sangat mirip, bahkan dari maknanya, akan tetapi ternyata berbeda dalam konsep pengertiannya.

Jadi, apa bedanya revenue dan income?

Revenue, sebuah kata yang biasanya akan selalu muncul di bagian paling atas dari laporan laba usaha. Biasanya hal ini terdiri dari jumlah total uang tunai yang dihasilkan melalui penjualan produk atau jasa yang menjadi tindakan operasional utama bagi suatu usaha.

Hasil dari revenue yang ditampilkan biasanya juga dikurangi oleh retur atau diskon yang ada. Dengan kata lain, revenue dapat dijelaskan sebagai untung bersih yang dihasilkan oleh para pebisnis di periode tertentu. Contohnya, jika Anda memiliki usaha makanan, maka revenue Anda akan berasal dari total penjualan makanan selama periode waktu tertentu (biasanya dihitung secara bulanan). 

Selain dari itu, terkadang beberapa jenis usaha juga mungkin memiliki sumber pendapatan alternatif baik dari investasi maupun penjualan aset lainnya. Dana ini tidak dapat dihitung sebagai revenue karena tidak berasal dari operasional utama sebuah usaha.

Jika demikian mengenai revenue, lalu apa bedanya dengan income? Bukankah income juga merupakan hasil yang didapatkan dari operasional utama sebuah bisnis?

Income atau yang biasa disebut pendapatan atau keuntungan yang didapat, ternyata memiliki arti berbeda dari revenue. Dalam konteks keuangan, income hampir selalu mengacu pada laba bersih.

Biasanya disebut sebagai laba bersih karena jumlahya dapat mewakili jumlah total uang tunai yang tersisa dari jumlah pendapatan asli setelah memperhitungkan semua biaya operasional yang ada.

Biaya yang ada meliputi biaya pokok penjualan, biaya operasional seperti sewa, utilitas, gaji, bunga dibayarkan atas hutang, biaya penyusutan dan amortisasi, biaya pajak; biaya darurat karena kejadian luar biasa seperti tuntutan hukum.

Contohnya, jika Anda memiliki sebuah rumah makan yang menghasilkan laba bersih sebesar Rp 2.000.000 per hari, maka dalam satu bulan Anda akan memiliki Rp 2.000.000 x 30 = Rp 60.000.000 revenue dalam sebulan.

Kemudian Anda perlu membayar biaya sewa sebesar 5juta per bulan, biaya bahan baku sebesar Rp 10.000.000 per bulan, beserta biaya karyawan sebanyak 5 orang yang masing-masing sebesar Rp 2.000.000 per bulan.

Jika ditotalkan; Rp 5.000.000 + Rp 10.000.000 + Rp 10.000.000 = Rp 25.000.000. Selanjutnya Anda dapat mengurangkan revenue yang didapat dengan biaya-biaya yang dikeluarkan. Sehingga Rp 60.000.000 – Rp 25.000.000 = Rp 35.000.000.

Total angka yang dihasilkan ini yang kemudian kita sebut sebagai income atau laba bersih yang didapatkan melalui sebuah usaha yang dijalankan.

Jadi jika disimpulkan mengenai keduanya, maka revenue dapat disimpulkan sebagai laba bersih awal yang didapatkan melalui keuntungan dari operasional bisnis yang dilakukan.

Sedangkan, income dapat diartikan sebagai laba bersih yang didapatkan setelah hasil keuntungan yang diperoleh tersebut dikurangi dengan biaya-biaya yang harus dibayarkan selama operasional bisnis berjalan. 

Sudah mengerti perbedaan dari revenue dan income?  Jadi, berapakah besar revenue dan income usaha Anda dalam bulan ini?