Desa Adat di Indonesia yang Punya Pesona Mendunia

Regina Mone | 15 Februari 2019, 12:00 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih 17.000 ribu pulau. Dengan belasan ribu pulau yang terhampar luas dan beragam suku yang tersebar di seluruh wilayahnya menjadikan Indonesia memiliki kebudayaan yang begitu kaya.

Meskipun berada di tengah gempuran teknologi dan hal-hal serba modern lainnya, ternyata ada beberapa tempat di Indonesia yang masih mempertahankan tradisi dan adat yang diwarisi oleh nenek moyang secara turun menurun. Tempat tersebut biasanya disebut sebagai kampung atau desa adat, dan hingga saat ini masih bertahan sebagai destinasi wisata budaya.

Ingin belajar banyak mengenai tradisi dan budaya di desa adat tersebut? Yuk, simak deretan desa adat istimewa di Indonesia yang pesonanya telah mendunia yang telah kami rangkum dari beberapa sumber.

Desa Adat Baduy, Banten

Baduy, Banten, Jawa Barat. (image: journal.sociolla.com)

Letaknya yang cukup dekat dengan Ibu kota Jakarta menjadikan Desa Adat Suku Baduy, Banten, Jawa Barat ini kerap dikunjungi oleh wisatawan. Desa Adat ini dihuni kurang lebih 20 ribu Suku Baduy dan terbagi menjadi dua bagian, yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam.

Masyarakat di Suku Baduy Luar dikenal masih memberikan toleransi pada hal-hal yang berbau modern dan serba teknologi. Sedangkan, masyarakat di Suku Baduy Dalam dikenal masih berpegang teguh dengan tradisi mereka, serta menolak segala bentuk modernitas. Bahkan, seluruh wisatawan yang berkunjung ke desa ini tidak diperbolehkan untuk membawa barang-barang yang mengandung unsur kimia, seperti sabun dan shampoo, karena dianggap bisa merusak alam.

Di desa adat Baduy, dapat ditemui deretan rumah adat yang terbuat dari bambu serta beratap daun yang disebut sulah nyanda. Dengan suasana yang asri dan hidup berdekatan dengan alam, tentunya kesempatan mengunjungi desa adat Baduy ini dapat menjadi pengalaman tersendiri yang tak terlupakan. Jika ingin menjelajahi keindahan dari desa adat Baduy, Anda dapat mengunjunginya di bulan Februari, Maret, atau April.

Desa Adat Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur

Wae Rebo, Kampung di Atas Awan. (image: instagram.com/_febrian)

Desa adat yang terletak pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut ini mendapat  julukan “kampung di atas awan” dan sudah sejak lama menjadi primadona di kalangan para turis domestik maupun internasional. Wae Rebo menyita perhatian dunia sejak ditetapkan sebagai salah satu situs kekayaan dunia oleh UNESCO. Tidak hanya menyajikan kebudayaan lokal, tetapi Desa Wae Rebo juga jadi wisata alam yang sangat memukau.

Di desa Wae Rebo, bisa ditemukan rumah tradisional yang unik bernama Mbaru Niang. Rumah tradisional berbentuk kerucut yang atapnya terbuat dari anyaman ilalang ini sudah ada turun temurun selama 19 generasi dan hanya boleh dibuat tujuh buah saja. Hal ini dikarenakan masyarakat Wae Rebo percaya bahwa roh yang memberi kesejahteraan muncul dari 7 arah mata angin dari puncak perbukitan yang mengelilingi Desa Wae Rebo. Wisatawan yang berkunjung ke desa ini dapat membawa pulang buah tangan berupa kain tenun atau kopi yang diolah dari hasil perkebunan desa Adat Wae Rebo ini.

Desa Adat Ke'te Kesu, Tana Toraja

Ke'te Kesu, Sulawesi Selatan. (image: pesonatravel.com)

Desa Ke'te Kesu yang berada di wilayah Toraja, Sulawesi Selatan ini menyimpan peninggalan leluhur yang telah ada sejak 500 tahun yang lalu. Masyarakat di desa ini masih menjalankan tradisi unik yang terbilang jarang ditemui di daerah lainnya, salah satu tradisi yang terkenal di desa ini adalah ritual pemakaman dan tradisi menyimpan mayat di dalam goa.

Ritual pemakaman Toraja merupakan peristiwa sosial yang penting, terlebih prosesi penguburan jenazah di dinding batu yang sering dilakukan masyarakat setempat. Jika berkesempatan berkunjung ke desa ini, akan terlihat banyak peti mati yang tersusun rapi di dinding gua yang megah. 

Megahnya rumah-rumah adat khas Tana Toraja yang disebut Tongkonan juga menjadi ciri khas utama desa adat ini. Rumah adat yang atapnya berbentuk seperti perahu ini memiliki hiasan tanduk kerbau atau kepala kerbau yang ditempelkan di setiap dindingnya. Hal ini dikarenakan pada zaman dahulu desa Ke’te Kesu merupakan tempat tinggal para bangsawan Toraja. Dalam budaya masyarakat Toraja, kepala kerbau melambangkan kemakmuran, kejayaan, serta status sosial.

Itulah beberapa desa adat di Indonesia dengan pesonanya yang telah mendunia. Kekayaan alam dan ragam kebudayaan Indonesia memang tak akan pernah habis dibahas. Indahnya pemandangan yang disajikan di tiap sudut Negeri ini pun menjadi kebangaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar