Hati-hati, Tak Selamanya Bisnis yang Viral Mendatangkan Banyak Untung
Lotus Dessert Box. (Foto: Bittersweet by Najla)

Jakarta, MNEWS.co.id – Media sosial saat ini memiliki peranan yang penting bagi para pelaku usaha untuk mempromosikan bisnis mereka. Bahkan, dengan strategi yang tepat, promosi yang dilakukan dapat menjadi viral dan mendatangkan banyak untung.

Namun, rupanya, bisnis yang viral tak selamanya mendatangkan untung. Menurut CEO dan Co-Founder Lemonilo Shinta Nurfauzia, jika tidak punya persiapan matang, kita justru bisa kelimpungan dan merugi ketika bisnis kita viral di media sosial.

“Saran saya, fokus ke brand identity, jangan terlalu pikirkan gimana viralin brand kamu. Kita di Lemonilo, dalam membangun marketing, kita lihat dulu, ada enggak infrastrukturnya,” kata Shinta dalam webinar Festival UMKM kumparan, Rabu (28/10).

Membangun infrastruktur yang kuat terlebih dahulu adalah hal yang penting. Sebab, begitu produk menjadi viral, pesanan akan meledak dan bisa jadi, tidak bisa dipenuhi hingga mengecewakan pelanggan.

“Kalau viral kan yang biasanya ada 100 orderan, jadi seribu. Kan kaget dong. Apalagi kalau tiba-tiba ada orang pesan satu juta. Kamu kalau enggak bisa meng-serve, kan akan ada yang enggak puas, jadi harus hati-hati,” lanjutnya.

Hal senada juga dilontarkan owner Bittersweet by Najla, Najla Bisyir. Ia menceritakan pengalamannya saat Bittersweet by Najla tiba-tiba viral. Padahal saat itu, ia belum siap menerima orderan yang begitu banyak.

“Jadi waktu itu sempat trending di Twitter sampai akhirnya kita cuma buka 30 menit aplikasi dalam sehari karena cuma bisa selesaikan orderan segitu. Ya, happy sih, tapi takut juga,” tutur Najla seperti yang dikutip dari kumparan.

Pelan-pelan, ia lalu memperbaiki sistem dan infrastruktur di Bittersweet by Najla. Hingga akhirnya, brand miliknya bisa beroperasi normal lagi seperti saat ini.

“Selain itu, viral itu juga gambling menurutku. Di saat ada satu brand viral, kita juga membuka celah hatespeech. Sebentar banget, kita bisa langsung kepleset. Jadi viral itu kita harus bisa mengaturnya agar bisa tetap menjaga kualitas,” ungkap Najla.

Untuk itu, menurut Co-Founder dan Strategic Creative Director Bujukrayu Ferly Novriadi, sebelum memilih tren yang sedang viral, seorang pengusaha juga harus fokus pada produknya terlebih dahulu. Sebab, salah-salah, bukannya ikut viral dan untung, produk tersebut justru bisa drop.

“Jadi tetap hati-hati, viral itu berbahaya. Bukannya viral itu jelek, bukan, tapi harus fokus juga karena, bisa enggak deliver-nya, nanti salah-salah malah bisa drop juga dalam sehari,” tutup Ferly.