Ilustrasi jualan online. (Foto: Freepik)

Jakarta, MNEWS.co.id – Bulan Ramadan menjadi momen berbisnis yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku usaha. Karena selain menjadi bulan yang penuh dengan pahala, bulan Ramadan dapat menjadi ladang rezeki bagi para pelaku UMKM, terutama dengan memanfaatkan penjualan di ekosistem digital dengan banyaknya platform online yang ada saat ini.

Untuk itu, Anda sebagai pelaku UMKM perlu mengatur strategi di bulan Ramadan untuk mendongkrak penjualan bisnis online. Bagaimana caranya? Berikut beberapa tips agar jualan online makin cuan saat Ramadan yang kami rangkum dari Moka.

Tetap terhubung dengan pelanggan
Tahukah Anda, sebanyak 96% masyarakat Indonesia senang menggunakan aplikasi-aplikasi Facebook selama bulan Ramadan dan 85% di antaranya menyukai WhatsApp. Hal ini bisa menjadi peluang untuk Anda yang ingin tetap berkomunikasi dengan baik kepada pelanggan.

Penting diingat, di saat-saat seperti ini, pelanggan juga ingin mendapatkan kabar terbaru dari Anda. Untuk itu, manfaatkanlah berbagai tools komunikasi agar tetap dapat terhubung. Apabila ada pelanggan yang mengalami membutuhkan bantuan, tawarkanlah solusi.

Berkomunikasi melalui media sosial
Media sosial juga menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak disukai oleh pelanggan. Sebuah survey mengatakan bahwa 50% orang senang berkomunikasi lewat Instagram, sementara 41% tak menolak jika dijangkau lewat Facebook.

Dari data tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelanggan juga menyukai cara yang praktis dan cepat untuk bisa memperolah informasi dari bisnis Anda karena pada nyatanya, tak semua menggunakan saluran telepon atau email lagi. Di media sosial, pelanggan bisa meninggalkan pesan di kolom komentar atau private message.

Harus pintar mengatur SDM
Ingin  penjualan bisnis online di bulan Ramadan meningkat? Ini strategi lain yang bisa Anda lakukan. Ada beberapa skenario yang bisa Anda jalankan.

Pertama, apabila saat ini Anda hanya fokus pada penjualan online, Anda bisa menempatkan karyawan yang tadinya berjaga di toko untuk beralih ke online. Kedua, apabila Anda tetap membuka oulet offline, atur jadwal shift karyawan seefektif mungkin. Namun jangan lupa, tetap prioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan yang bekerja di luar rumah.

Hal penting lain yang perlu Anda pertimbangkan ialah soal gaji dan THR. Terkait masalah keuangan, mungkin saat ini arus kas bisnis Anda juga ikut terguncang. Maka, adakanlah dialog secara transparan terkait hal-hal yang berkenaan dengan gaji atau THR. Tunjukkanlah integritas Anda sebagai orang nomor satu di dalam perusahaan.

Tetap menjaga kualitas produk
Ketika menjual produk dan jasa, ada yang sering memberikan diskon supaya pelanggan tak lari, terutama di bulan Ramadan ini agar penjualan bisnis online meningkat. Namun, adapula yang jarang memberi diskon lantaran takut pembeli hanya menginginkan produk dan jasa apabila hanya ada potongan harga saja.

Akan tetapi, baik memberikan diskon maupun tidak, sudah selayaknya Anda tetap mengutamakan kualitas produk. Jangan sampai pelanggan hanya ingin membeli produk Anda hanya karena ada diskon saja.

Aktifkan promo Bebas Ongkir
Pembeli Penjual juga dapat mengaktifkan Bebas Ongkir untuk meningkatkan penjualan, bahkan menjangkau lebih banyak pembeli di luar pulau, khususnya selama bulan Ramadan, dimana kebutuhan sehari-hari masyarakat cenderung meningkat.

Pelaku usaha yang memiliki kanal digital dinilai lebih tangguh mempertahankan bisnis di tengah pandemi, tidak terkecuali di tengah bulan Ramadan. Maka dari itu, banyak pelaku usaha mulai ancar-ancar untuk meningkatkan penjualan produk, terutama di kanal online yang saat ini semakin diminati.