Re-Launching Buku WWW.HM karya Tuhu Nugraha bersama moderator dan pelaku usaha di Wisma Intra Asia, Jumat, (10/5/2019). Foto: MNEWS.
Re-Launching Buku WWW.HM karya Tuhu Nugraha bersama moderator dan pelaku usaha di Wisma Intra Asia, Jumat, (10/5/2019). Foto: MNEWS.

Jakarta, MNEWS.co.id – Perubahan perilaku manusia dari konvensional ke perilaku digital nyatanya turut mempengaruhi perkembangan dunia usaha secara global. Kini, untuk bisa sukses di pasaran, pelaku usaha harus menggunakan aset digital secara maksimal. Namun, masih banyak yang menerapkan strategi yang kurang tepat.

Tuhu Nugraha, Chief Operation Officer Upnormals Pingfans, seorang digital marketer dan konsultan bisnis digital menuturkan, kebanyakan digital marketer hanya paham ekosistem digital sebatas media sosial saja. Padahal, ada banyak aspek lainnya yang tidak kalah penting, seperti bagaimana meningkatkan awareness, referral management, cara mengukur KPI, dan masih banyak lagi.

Ia mencontohkan, tiap bisnis memiliki platform digital yang paling potensial, dan itu berbeda-beda. Misalnya, untuk bisnis kuliner, sangat penting untuk menggencarkan strategi marketing lewat instagram. Followers pun bisa memberikan dampak yang sangat besar. Sedangkan untuk usaha sebagai konsultan yang digelutinya, audiens membutuhkan kredibilitas yang bisa terlihat lewat konten-konten di blog, bukan di media sosial yang hanya mengutamakan aspek visual saja.

“Yang paling penting bukan jumlah follower, tapi seberapa besar impact followernya. Untuk bisnis kuliner, penting exposure lewat social media seperti instagram. Kalau untuk konsultan seperti saya, yang dicari adalah kredibilitas, yang bisa terlihat lewat blog. Bisnis itu ngga harus semuanya di tempat yang sama,” pungkas Tuhu dalam acara Re-Launching Buku WWW.HM Defining Your Digital Strategy & Press Conference di Gedung Intra Asia, Tebet, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Tuhu melanjutkan, produk yang ditawarkan bisa menjadi konten digital bagi generasi milenial. Tidak hanya produk berupa makanan atau pakaian misalnya, tetapi juga tempat dan suasana yang ditawarkan oleh pelaku usaha itu sendiri. Itu semua adalah konten

“Misalnya generasi milenial, makanan di kafe itu menjadi konten bagi mereka. Jadi bukan hanya masalah rasa, tapi kebaruan yang ditawarkan. Fashion juga begitu. Karena mereka butuh sensasi-sensasi baru,” imbuhnya.

Personal branding dan cara mengukurnya juga penting, lanjut Tuhu, karena business modelnya akan berbeda sesuai dengan kepentingan dan tujuan tiap-tiap individu. Pengukuran atau measurement juga penting, untuk menentukan value dan strategi marketing yang akan diterapkan. Contohnya, apakah memasang iklan di blog itu diperlukan, dan iklan seperti apa yang bernilai dan cocok untuk audiens blog tersebut, dan sebagainya.

Dalam buku WWW.HM Defining Your Digital Strategy karya Tuhu Nugraha yang sudah terbit sejak 2014 lalu ini, Tuhu membeberkan strategi digital dalam 6 bab, dengan bahasa yang mudah dipahami dan ilustrasi menarik. Di bab pertama, Tuhu membahas tentang mengapa sebuah brand harus go digital, apa saja landasannya, seperti apa perilaku konsumen digital, dan sebagainya. Di bab-bab selanjutnya, Tuhu membahas tentang konsumsi media, eksplorasi strategi digital di media sosial, SEO, inbound marketing, customer relationship, measurement hingga integrated online & offline marketing.

Ia menyadari potensi digital di Indonesia sangat besar, dan menjadi peluang yang cerah bagi pelaku usaha khususnya UMKM. Para pelaku UMKM bisa memanfaatkan strategi digital yang ada dalam buku ini untuk diterapkan ke bisnisnya masing-masing. Selain itu, pembahasan yang dituliskan Tuhu pun ringan dan mudah untuk diaplikasikan.

“Potensi digital itu besar sekali. Di Indonesia sayangnya baru menggunakan optimal untuk 2 hal, digital literacy dan penggunaan. Untuk budaya riset masih kurang. Padahal dengan cara digital, kita bisa masuk ke industri karena tidak butuh biaya yang mahal. Sekarang mau cari ide tinggal lihat-lihat (browsing) saja, kalau dulu harus beli buku, beli data dan lain-lain. Yang penting kemauan untuk belajar, dan sadar bahwa kita tidak mengetahui semuanya,” ujar finalis Young Marketer Champion Swa Magazine ini.

Terakhir, Tuhu memberikan tips kepada pelaku usaha untuk memanfaatkan dunia digital yang ada sebagai pusat riset. Lakukan riset untuk mengetahui selera pasar, perilaku konsumen, hingga strategi yang dilakukan oleh kompetitor. Ini merupakan kunci agar bisnis yang dijalankan bisa naik level dengan menggunakan strategi yang tepat.

“Digital marketing juga butuh analisis data yang tepat, dan itu masih susah. Tidak cukup hanya dari google analytics. Butuh rekomendasi oleh analis, jika datanya seperti ini maka apa yang harus dilakukan, dan sebagainya. Make a good product, riset, ketahui apa yang disukai konsumen. Lihat pasarnya, lihat kompetitor seperti apa,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here