Sejumlah para pelaku UMKM Sidoarjo mengikuti gelaran acara Travel Mart Hotel Holegen, Selasa (5/11/18). (Foto: Jurnal Sidoarjo)

Surabaya, MNEWS.co.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Sidoarjo memastikan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di sisi lain, pelaku UMKM juga disarankan lebih kompetitif dari sisi kualitas produk dan inovasi pemasaran.

M Edi Kurniadi selaku Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo memastikan akan mempermudah pengurusan bagi pelaku UMKM. Tujuannya agar bisa memacu pelaku usaha semakin semangat dan membantu menggenjot perekonomian daerah.

Ia mengaku, edukasi tentang pemasaran terus dilakukan. Dari ratusan ribu UMKM di Sidoarjo, Jawa Timur, hanya sekitar 7.000 UMKM yang aktif. Namun demikian, dia memprediksi di 2020 jumlah UMKM di Sidoarjo akan terus mengalami kenaikan.

Sementara itu, Achmad Amir Aslichin selaku Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur mengakui bahwa mendapat keluhan dari pelaku UMKM Sidoarjo tentang sulitnya perizinan dan promosi. Dia menyarankan, pelaku UMKM bisa lebih kreatif di era 4.0 saat ini. Karena persaingan usaha semakin ketat.

“Pelaku usaha harus semakin kreatif menghadapi sejumlah persaingan yang semkain ketat, serta harus bisa berbenah memanfaatkan kemajuan teknologi yang sudah pesat,” katanya.

Achmad juga meminta pelaku usaha bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik. Mulai dari pemasaran lewat media sosial, hingga inovasi teknologi informasi yang lainnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah peduli terhadap nasib UMKM Sidoarjo. Menurutnya, ekonomi kerakyatan akan bisa tumbuh jika UMKM bisa terus menggeliat. Pendampingan harus diberikan maksimal. Mulai dari pemberian pelatihan hingga modal.

Keluhan lain yang Ia terima para pelaku UMKM adalah masalah sulitnya menjual produk di tengah pandemi Covid-19. Achmad mengungkapkan, Sidoarjo memiliki sekitar 206.745 UMKM yang tersebar di 18 kecamatan.

“Permasalahan pelaku UMKM membuat pemasaran dan penjualan produknya seret. Apalagi saat ini persaingan usaha semakin ketat. Ditambah lagi dampak Covid-19 yang membuat pelaku usaha keteteran,” kata Achmad.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here