Ilustrasi belanja online. (Foto: Freepik/william Potter).

Jakarta, MNEWS.co.id – Pandemi Covid-19 menghadirkan berbagai perubahan dalam kegiatan usaha, termasuk aktivitas jual-beli. Pelaku usaha harus mengubah strategi untuk berjualan. Masuk ke pasar digital pun menjadi keharusan bagi pelaku usaha agar bisnis dapat bertahan dan kembali meraup keuntungan.

Salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata. Ketua Bidang SDM dan Litbang DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Masrura mengatakan, penurunan level PPKM di sejumlah wilayah mulai membangkitkan kembali industri pariwisata.

Namun menurut Masrura strategi promosi pariwisata harus sepenuhnya beralih ke digital. Karena saat ini paket wisata tidak lagi dicari di brosur atau pamflet. Semua paket wisata sudah bisa ditemukan di internet.

“Salah satunya kita harus masuk ke ekosistem. Dengan masuk ke ekosistem kita hanya di satu tempat, tempat itu yang akan mempromosikan,” ujar Masrura saat menjadi narasumber di dalam diskusi daring Katadata dengan tema “Tips dan Trik Jualan Online” pada Kamis (16/09/2021).

Selain itu, Asita juga membuat ekosistem khusus pariwisata sebagai salah satu upaya menjangkau pasar yang lebih luas di dunia digital. Sehingga memudahkan bagi pelaku usaha untuk kembali mempromosikan jasanya.

“Berjualan lewat online kuncinya adalah komitmen dan kepercayaan. Kita harus mendeskripsikan sedetail mungkin apa yang ditawarkan. Sehingga pembeli akan percaya dan kembali lagi membeli produk kita,” jelas Masrura.

Dalam webinar yang sama, CEO WASD Labs Ahyar Muawwal menyatakan, bagi pemula yang mau berbisnis di internet, harus menentukan segmentasi produk. Selain itu, kualitas produk yang dijual di market place juga harus menjadi perhatian.

“Kira-kira kalau saya jual produk A, dibutuhkan gak sama orang-orang seperti apa. Segmentasinya harus diliat, umurnya dari berapa hingga berapa. Sehingga targetnya bisa dicapai dengan cepat,” ujar Ahyar.

Bagi pebisnis pemula, Ahyar menyarankan menggunakan metode ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Meski meniru produk yang sudah ada, namun harus berinovasi sehingga memiliki nilai tambah untuk dijual.

Etika pemasaran di internet juga menjadi salah satu tips berjualan online. CEO of Rocketbee Marcella Eteng mengatakan terdapat sejumlah etika yang perlu diperhatikan berjualan online.

Seperti selalu bersikap ramah kepada pembeli, membalas semua pertanyaan yang diajukan pembeli, selalu menyapa dengan panggilan yang sopan, tidak menyalahgunakan data pembeli, jujur dalam menuliskan deskripsi dan packing barang dengan rapi. Marcella menambahkan, sejumlah etika yang kurang baik saat berjualan online bisa merugikan penjual.

“Yang tidak etis adalah menggunakan foto orang lain. Nah, sering banget ini terjadi. Jual buku yang sama tapi karena kita gak pintar foto, kita ambil foto orang lain. Itu kan tidak etis banget. Itu karya orang lain loh, jangan pernah deh dilakuin,” ujar Marcella.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here