Ilustrasi Mitra GoFood. (Foto: Dok. GoJek)

Jakarta, MNEWS.co.id – Gojek bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, mengadakan kegiatan Resep UMKM Bangkit bersama GoFood, untuk mendiskusikan upaya-upaya yang diperlukan agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner dapat segera bangkit dari pandemi.

Acara dalam format press conference melalui aplikasi Zoom itu dihadiri oleh Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dan sejumlah social media influencer, di mana GoFood lantas memperkenalkan Promo Sambil Berbuat Baik (PSBB) yang bertujuan mendukung UMKM kuliner.

Teten mengatakan, lebih dari 236.980 pelaku UMKM telah melaporkan kepada Kemenkop UKM atas usahanya yang terdampak akibat pandemi dan digitalisasi merupakan solusi dari permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah dengan platform digital seperti GoFood dan Gojek untuk membangkitkan UMKM kuliner dalam negeri.

Pemerintah menyiapkan skema pemulihan ekonomi nasional, termasuk untuk pelaku UMKM. SOP Reaktivasi UMKM menuju tatanan normal baru juga mulai disosialisasikan bagi sektor-sektor usaha yang sudah dan akan mulai diaktifkan kembali, seperti sektor transportasi dan kuliner. Pelaku UMKM pada dua sektor tersebut perlu memiliki strategi adaptasi bisnis, misalnya menyediakan variasi visualisasi menu makanan dan minuman; menawarkan makanan sehat dan siap saji; menawarkan paket bundling produk; memberi berbagai promo atau diskon khusus bagi merchant; serta menghadirkan value proposition yang lebih baik.

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek Group mengakui, pihaknya banyak belajar dari peristiwa pandemi. Ia menegaskan, GoFood akan tetap melanjutkan komitmen untuk meningkatkan skala bisnis UMKM kuliner, yakni dengan mewujudkan sebuah ekosistem paling lengkap di industri yang disebut lebih dari sekadar teknologi.

“Salah satunya, kami menambahkan keterampilan para pelaku UMKM kuliner lewat platform edukasi dan berjejaring (networking) sehingga mereka memperoleh pengetahuan lebih dalam tentang berbisnis langsung dari sesama pelaku usaha. Kami juga terus menghimpun arus permintaan dengan ekspansi layanan dan kategori makanan yang disesuaikan dengan perilaku baru masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Catherine mengungkapkan, keterampilan tersebut hanya satu dari solusi komprehensif Gojek. Solusi lain meliputi keberadaan platform digital yang memudahkan konsumen mencari dan mengakses produk UMKM lewat GoFood dan GoShop; fasilitas dapur bersama untuk mengurangi biaya sewa, biaya operasional para mitra merchant, serta mendukung kebutuhan infrastruktur; dan layanan marketplace khusus bagi mitra UMKM agar mendapatkan bahan baku segar dengan harga terjangkau lewat GoFresh.

Gojek juga menyediakan beragam opsi pembayaran nontunai, mulai GoPay sampai Midtrans Payment Link. Kemudian, penyediaan layanan logistik dan pengiriman cepat dengan GoSend Web Portal dan oleh mitra driver Gojek. Tak lupa, sistem manajemen bisnis dengan perangkat terintegrasi seperti GoBiz, Spots, Selly, dan Moka.

Ekosistem lengkap tersebut mendukung upaya Gojek yang konsisten meluncurkan berbagai inovasi sejak awal pandemi, seiring adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Antara lain dengan pemberlakuan protokol kesehatan sesuai panduan BPOM secara menyeluruh untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan, serta membangun ekosistem yang terbukti sukses membantu ratusan ribu UMKM bermigrasi ke bisnis daring.

Inisiatif lain yang juga dilakukan Gojek adalah menghadirkan berbagai program promosi yang dinilai efektif mengembalikan geliat UMKM kuliner. Hal itu terlihat dari hasil promo Hari Kuliner Nasional, di mana omzet UMKM dilaporkan rata-rata meningkat hingga 12 persen, dibandingkan dengan mitra merchant yang tak ikut promo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here