Kampoeng Baca Tangerang memberdayakan bidang ekonomi dalam mendorong kreatifitas warga dengan menghasilkan produk lokal. (Foto: ANTARA)

Tangerang, MNEWS.co.id – Kampoeng Baca yang terletak di Rawa Bokor RT 01/10 Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menerapkan program pemberdayaan ekonomi dengan meluncurkan ‘Pesantren Wirausaha’.

Abdurrohman selaku Inisiator sekaligus penggiat Kampoeng Baca, mengatakan, dalam program ini masyarakat diajak berproses mulai dari idea generations, business coaching, business matching hingga menghasilkan produk lokal yang siap bekerjasama dengan pengusaha di sekitar bandara Soekarno-Hatta.

Kampoeng Baca yang diresmikan sejak 2017, berawal dari semangat warga yang ingin meningkatkan budaya literasi, hingga pada 2018 Kampoeng Baca menjadi kampung tematik Kota Tangerang. Ada tiga program unggulan yang dijalankan yakni pendidikan dan pelatihan, lingkungan dan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi.

Lalu pada tahun ini, Kampoeng Baca berhasil menyabet juara dua dalam lomba perpustakaan sekolah desa/kelurahan yang ada di Provinsi Banten Tahun 2020.

Untuk program pendidikan dan pelatihan, Kampoeng Baca menawarkan fasiltas PAUD, pengembangan bakat seperti kursus komputer, bahasa asing, pelatihan tarian daerah. “Saat ini sudah diikuti lebih dari 360 anak di Kecamatan Benda,” katanya.

Adapun, program lingkungan dan kesehatan yang digarap bersama masyarakat yaitu telah melakukan pembenahan drainase, penanaman tumbuhan hidroponik, penerangan dan sarana bermain.

Sementara itu, Kepala Bidang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tangeng, Endang Purwaningsih, turut mengapresiasi inisiatif masyarakat Rawa Bokor membangun Kampoeng Baca berbasis inklusi sosial

“Baru pertama kali kami ikut (lomba) dan Alhamdulillah langsung juara dua, nilai terbesar yang terpenting adalah bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Saya lihat Kampoeng Baca ini sudah sesuai dengan program nasional yaitu bertransformasi berbasis inklusi sosial,” kata Endang.

Dirinya juga berencana membangun lebih banyak lagi perpustakaan di setiap kelurahan. Harapannya, membaca menjadi budaya masyarakat Kota Tangerang, di mana perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku tetapi juga sebagai pelatihan pemberdayaan masyarakat.

Pencapaian ini, tentunya tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak seperti akademisi, masyarakat, pelaku usaha, dan Pemerintah Kota Tangerang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here