Ilustrasi Produk Kosmetik. (Foto: Thinkstock)

Jakarta, MNEWS.co.id – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan, industri kosmetik masih cukup bergairah meski pandemi. Menurutnya, ekonomi Indonesia selama 5 tahun terakhir sangat mengandalkan pada kekuatan domestik, di mana belanja pemerintah dan konsumsi pemerintah yang mencapai 50 persen.

“Kalau saya lihat sih kalau data BPS di Kuartal I sektor kosmetika sektor industri kimia farmasi dan obat tradisional termasuk sektor yang masih tumbuh,” kata Teten dikutip dari Liputan 6.

Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM bersama dengan sejumlah Kementerian lain gencar mengkampanyekan gerakan #BanggaBuatanIndoneia. Hal tersebut tak lain dimaksudkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat terhadap produk lokal, untuk menjaga perputaran ekonomi dalam situasi pandemi Covid-19 yang saat ini tengah berlangsung.

“Kami bikin kampanye bersama-sama Kementerian lain untuk belanja buatan dalam negeri, buatan Indonesia. Kalau masih beli produk luar negeri tidak keren. Keren kita menggunakan hasil karya sendiri,” tambah Teten.

Meski begitu, Ia tidak menampik masih banyak produk luar negeri yang beredar di Indonesia, apalagi lewat e-commerce. Namun ia optimis UMKM akan secepatnya merambah secara masih dalam pasar digital. Hal ini ditandai dengan terus bertambahnya jumlah UMKM yang bergabung dalam platform digital.

“Dari offline ke digital alhamdulillah tahun ini sudah nambah 2 juta UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital. Di awal tahun baru 13 persen, sekarang sudah ada 16 persen dengan 10,25 juta pelaku usaha,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here