Ilustrasi. (Foto: Vedanti/Pexels)
Ilustrasi. (Foto: Vedanti/Pexels)

Jakarta, MNEWS.co.id – Penyebaran Novel Coronavirus atau COVID-19 belum terbendung sejak akhir 2019. Tak kunjung mereda, COVID-19 kini sudah ditetapkan sebagai virus pandemi oleh World Health Organization (WHO). Perilaku manusia di seluruh penjuru dunia pun berubah akibat penyebaran virus ini, termasuk kegiatan jual-beli pada masyarakat, yang berdampak pada sektor perekonomian di seluruh negara. Banyak sektor usaha yang terkena imbasnya, termasuk industri F&B, jasa, dan ritel.

Berdasarkan data internal Moka, total penjualan masker wajah di bulan Januari meningkat dua kali lipat dikarenakan penyebaran COVID-19 ini. Hal ini menyebabkan hand sanitizer banyak dicari orang dan penjualannya meningkat sebesar 209% di bulan Februari.

Selain melonjaknya penjualan masker dan hand sanitizer, dampak lain yang paling terasa adalah penurunan pendapatan harian pada sektor usaha F&B, jasa, dan ritel.

Untuk mengetahui dampak nyata Corona terhadap pelaku usaha di Indonesia, Moka; startup penyedia layanan kasir digital, melakukan observasi di 17 kota di Indonesia, terkonsentrasi di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan Bali, Moka merangkumnya menjadi beberapa insights.

Industri F&B Merupakan Industri yang Paling Terdampak
Berdasarkan data internal Moka, untuk industri F&B, dari 17 kota yang diobservasi, sebanyak 13 kota mengalami penurunan pendapatan harian yang signifikan. Dengan total 13 kota terdampak dari 17 kota yang diobservasi, industri F&B merupakan industri yang paling terdampak akibat dari penyebaran COVID-19.

Bali dan Surabaya merupakan dua kota yang mengalami penurunan pendapatan harian yang paling signifikan dibandingkan dengan kota lain dengan masing-masing mengalami penurunan sebesar 18% untuk Bali dan 26% untuk Surabaya.

Daerah Jabodetabek juga mengalami penurunan pendapatan harian yang cukup signifikan, namun tidak setajam Bali dan Surabaya. Wilayah yang terkena dampak di daerah Jabodetabek yang paling signifikan terjadi di Depok, Tangerang, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur.

Anjuran dari pemerintah untuk tidak keluar dari rumah guna memperlambat laju penyebaran COVID-19, membuat masyarakat tinggal lebih banyak di rumah, dan juga memberi dampak pada industri F&B. Perubahan perilaku ini menyebabkan peningkatan pembelian makanan yang dibawa pulang (take-away food) meningkat sebesar 7% di bulan Januari hingga Februari 2020.

Industri Jasa Kedua Paling Terdampak Setelah Industri F&B
Pada sektor jasa, 10 dari 17 kota di Indonesia menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Lima kota dengan penurunan pendapatan harian paling signifikan adalah Depok, Bekasi, Jakarta Timur, Batam, dan Bandung.

Penurunan Pendapatan Harian Industri Ritel di Jakarta Barat Paling Signifikan
Masuk ke dalam sektor ritel, dari 17 kota yang diobservasi, tujuh kota menunjukkan penurunan pendapatan harian yang signifikan. Moka menarik lima kota dengan penurunan pendapatan harian terbesar, yaitu Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok, Jakarta Pusat, dan Bandung.

Walau hanya tujuh kota yang terdampak dari 17 kota, persentase penurunan pendapatan harian pada industri ritel merupakan yang paling signifikan dibanding industri lain. Penurunan pendapatan harian terbesar terjadi di Jakarta Barat dengan penurunan pendapatan hingga 32% per outlet.

 

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa industri F&B merupakan industri yang paling terdampak COVID-19, melihat dampaknya yang tersebar paling banyak. Namun, apabila melihat persentase penurunan pendapatan harian terbesar, industri ritel mengalami penurunan yang terbesar, yakni menurun sebesar 32%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here