Ilustrasi Kopi dengan Boba (Foto: Unsplash/  Rosalind Chang)
Ilustrasi Kopi dengan Boba (Foto: Unsplash/ Rosalind Chang)

Jakarta, MNEWS.co.id – Minuman boba dan kopi kekinian, selalu berhasil menarik perhatian dan saat ini memang sedang menjadi tren karena hampir di setiap sudut kota, gerai minuman kekinian ini bisa dengan mudah ditemui. 

Boba dan kopi kekinian saat ini telah menjadi primadona, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya gerai dan restoran yang menghadirkan menu khusus. Bahkan ada beberapa restoran yang membuat menu makanan dengan Boba.

Hutami Nadya selaku Data Analyst Moka, memaparkan beberapa fakta mengenai tren Boba dan Kopi dalam acara ‘A Cup of Moka: Prediksi Tren Boba dan Kopi Pada 2020’ yang diadakan di Beranda Kitchen, Jakarta, Kamis (7/11/19). 

Hutami menjelaskan, beberapa menu kopi favorit untuk tahun ini adalah es kopi susu, pandan latte, dan cappucino. Ketiga rasa tersebut menjadi populer dan terbilang masih sama seperti tahun 2018. Sementara untuk pandan latte, menjadi tren rasa kopi baru yang saat ini banyak diminati oleh pelanggan.

Hutami Nadya, Data Analyst Moka menjelaskan mengenai data tren Boba dan Kopi dalam acara A Cup of Moka : Prediksi Tren Boba dan Kopi Pada 2020′ yang diadakan di Beranda Kitchen, Jakarta, Kamis (7/11/19). (Foto: MNEWS)  

Selain rasa pada kopi, banyaknya coffee shop yang bermunculan menjadi alasan kopi menjadi banyak diminati. Tren tersebut membuat sejumlah outlet bidang lain mengalami penurunan penjualan. Karena saat ini coffee shop menghadirkan suasana yang nyaman beserta fasilitas yang membuat pengunjung betah untuk bersantai. Hutami mengatakan waktu paling ramai di coffee shop adalah saat makan malam yaitu pukul 17.00-21.00.

Sementara untuk minuman bubble tea atau yang lebih dikenal dengan Boba, Hutami menyebutkan penjualan Boba mengalami peningkatan sebanyak 12 kali lipat pada Oktober 2019 dibandingkan dengan Oktober tahun lalu. 

Untuk rasa yang populer pada Boba adalah classic brown sugar, mixed fruit, lemonade, dan cheese merupakan beberapa menu yang memiliki jumlah dengan permintaan tertinggi. Waktu paling ramai untuk penjualan bubble tea ini adalah setelah makan siang pukul 13.00-17.00. Harga jual yang sesuai dengan permintaan pasar untuk segelas Boba berkisar di rentang Rp35 ribu-Rp40 ribu.

Jakarta Barat menjadi area yang tepat untuk membuka gerai bubble tea karena memiliki jumlah permintaan yang tinggi. Namun untuk kepadatan pembelian masih lebih rendah dibandingkan Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.

Menurut Hutami, bubble tea dan kopi akan tetap menjadi tren di awal tahun 2020 karena minuman tersebut saat ini sudah menjadi kebutuhan para penikmatnya terlebih para generasi milenial. 

“Prediksi boba dan kopi masih menjadi tren sampai awal tahun depan, karena intensitas milenial yang menjadikan kedua minuman tersebut menjadi kebutuhan. Salah satu contohnya adalah dengan membelinya setiap hari,” kata Hutami.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here