Produk Fesyen Lokal Mulai Mengglobal, 20 Brand Streetwear Ikuti Para-Site

Dewi Fadhilah Soemanagara | 16 Mei 2019, 10:15 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Sebanyak 20 brand streetwear lokal mengikuti Para-Site yang akan diselenggarakan di The Space Senayan City pada 23-26 Mei 2019. Pelaku fesyen lokal ini difasilitasi oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), sebagai salah satu upaya mendorong dan mengembangkan produk fesyen yang berpotensi ke pasar global.

Para-Site merupakan acara streetwear pertama dan terbesar di Indonesia. Ajang ini dapat menjadi kesempatan bagi pemilik brand streetwear lokal memperoleh masukan untuk pengembangan usaha dari pelaku streetwear internasional yang hadir untuk mengembangkan produknya ke pasar global.

Program fasilitasi industri streetwear ini juga bertujuan sebagai lokomotif penggerak untuk menggunakan produk lokal. Pakaian merupakan bagian dari sebuah culture dan budaya bangsa karena digunakan sehari-hari. Apalagi streetwear memiliki kekuatan masa yang sangat besar, cepat, dan reaktif terutama generasi milenial. Diharapkan streetwear juga dapat menunjang milenial untuk semakin mencintai dan rasa bangga akan produk lokal yang nantinya akan menular ke sektor-sektor lain seperti kuliner, musik, dan lainnya.

Pada acara yang digelar selama empat hari ini, Bekraf menghadirkan brand streetwear lokal, diantaranya Elhaus, Shipyard, Racecar, Locale, Perenial Skate Co, Bluesville, Cashless, Failure, Maris, Mass Media Murder, Not For People, Capital, Nindito, Ageless Galaxy, Untold, RSA, Pot Meets Pop, Unitedhart, Yeszy.MFG, serta Libordea. Brand terpilih tersebut merupakan hasil kurasi Bekraf bersama Tim Para-site.

Para-Site memiliki image building yang kuat sehingga diharapkan program ini bisa menjadi campaign pemakaian produk lokal. Selain itu, pelaku kreatif di subsektor fesyen khususnya streetwear dapat menciptakan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik di level nasional maupun internasional sehingga dapat mendorong peningkatan ekspor dari subsektor fesyen,” ungkap Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak saat konferensi pers yang dilaksanakan di FX Sudirman, Selasa (14/5/2019).

Deputi Pemasaran Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak (tengah) menjelaskan tentang dukungan
pemerintah dalam pengembangan industri fesyen, khususnya streetwear nasional saat Konferensi Pers
Para-Site di Go Work FX Sudirman, Jakarta pada Selasa (14/5/2019). Foto: Bekraf, Muhammad Yusuf.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat subsektor fesyen memberi sumbangan ekspor sebanyak 54,54% dari total nilai ekspor US$20 miliar pada 2016. Angka tersebut merupakan penyumbang ekspor terbesar di sektor ekonomi kreatif, disusul subsektor kriya sebanyak 39,01% dan kuliner 6,31%.

Ekspor dari sektor ekonomi kreatif memiliki pertumbuhan 3,23% pada 2016. Hal tersebut lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekspor nonmigas yang hanya 0,22%. Bekraf terus berupaya mendorong dan mengembangkan produk yang berpotensi ke pasar global guna menyasar pasar-pasar terbesar kita seperti pasar Amerika, Eropa, dan Asia. Sumbangan ekspor ekonomi kreatif ditargetkan terus tumbuh dan diharapkan naik menjadi US$21 miliar pada 2018.

Sementara itu, subsektor fesyen juga memberi sumbangan yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni 18,01% pada 2016 dari total nilai Rp922,59 triliun. Sumbangan tersebut merupakan terbesar kedua setelah kuliner sebanyak 41,40%.

Lebih lanjut, Joshua berharap ke depannya akan ada event streetwear yang bekerja sama dengan e-commerce atau market hub yang khusus menjual produk streetwear untuk mempermudah pemasaran. Selain itu, fasilitasi streetwear lokal ini juga akan berlanjut ke ajang internasional di tahun 2020, seperti Agenda Show di Amerika Serikat sebagai upaya mempromosikan produk lokal agar dikenal dan mendapat kesempatan bisnis dengan buyer internasional.

Sumber: Bekraf

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar