Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto bersama perwakilan lembaga asal Belanda, PUM Netherlands Senior Expert. (Foto: Kadin Jatim)
Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Adik Dwi Putranto bersama perwakilan lembaga asal Belanda, PUM Netherlands Senior Expert. (Foto: Kadin Jatim)

Surabaya, MNEWS.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengajak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di Jatim untuk mendapatkan pendampingan PUM Netherlands Senior Expert tentang bagaimana mengembangkan bisnis dengan benar di Graha Kadin Surabaya, Sabtu (12/10/19).

Kegiatan yang bertemakan “Sharing dan Klinik Bisnis, Pengolahan Produk Makanan dan Minuman Bersama Ahli Pengolahan Produk Agro Belanda” ini adalah hasil kerjasama Kadin Jatim bersama lembaga asal Belanda, PUM Netherlands Senior Expert. Sebelumnya, Kadin Jatim bersama PUM Netherlands juga telah melakukan pendampingan pengembangan bisnis on farm pada petani apel di Batu.

Adik Dwi Putranto, Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, mengatakan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen Kadin Jatim dalam mendukung pengembangan kinerja karena UMKM adalah penopang utama ekonomi.

Dwi juga menambahkan pertemuan kali ini, sebagai stimulasi saja yang nantinya akan dilanjutkan pada pendampingan secara intensif selama dua minggu. Karena UMKM yang ikut masih dalam skala kecil, maka nantinya peserta akan dikelompokkan berdasarkan kota dan sektor yang diminati. Untuk mendapatkan pendampingan, UMKM harus memiliki visi dan misi kedepan, usaha yang dimiliki minimal dua tahun dan telah mempunyai tenaga kerja.

Tarsini, Representatif  PUM Netherlands Senior Experts  wilayah Jatim, memaparkan walaupun sebagian besar UMKM yang ikut adalah UMKM skala kecil yang hanya memiliki pekerja kurang dari 10 orang, namun mereka adalah embrio UMKM potensial yang bisa dikembangkan menjadi besar.

“Asal mereka mau mengubah mindset yang ada dalam otaknya karena kunci keberhasilan adalah mau mengubah pola pikir, mengubah mindset. Intinya, kami disini untuk  membantu dalam hal pengetahuan, berbagi pengalaman dan transfer ilmu, bukan memberikan bantuan dalam bentuk dana. Karena kami ingin menegaskan bahwa ilmu bisnis jauh lebih penting untuk mereka bisa berkembang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Owner UD Bunda Foods, Lita Eka Yunifah yang pernah mendapatkan pendampingan dari PUM Netherlands tiga tahun yang lalu melalui program Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo mengaku sangat terbantu dengan apa yang diberikan PUM Netherlands.

“Perkembangan bisnis saya mencapai 300 persen, mulai mindset saya yang berubah, kualitas produk dan desain produk kian bagus, packaging berstandar hingga volume produksi menjadi semakin besar. Jika dahulu omset saya hanya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan, maka sekarang mencapai sekitar Rp 30 juta per bulan,” pungkasnya.