Cara Aman Bertransformasi Digital Bagi UMKM
Ilustrasi transformasi digital. (Foto: mojix.com)

Jakarta, MNEWS.co.id – Seiring dengan transisi menuju “now normal” bagi pelaku usaha lintas skala, pelaku UMKM diharapkan mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada melalui transformasi digital.

Selain menyediakan lapangan pekerjaan yang luas, dampak masif lainnya dari keberadaan UMKM di dalam negeri adalah bahwa sektor tersebut telah menyumbang hampir 60% dari produk domestik bruto.

Menyadari bahwa UMKM menjadi pilar penting dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi, pemerintah pun mengalokasikan dana sebesar Rp 123,46 triliun untuk mendukung mereka dalam membangun bisnis di platform digital serta mengembalikan produktivitas secara berangsur.

Di sisi lain, sektor UMKM juga dipandang sebagai target yang menguntungkan bagi para pelaku kejahatan dunia siber. Data Kaspersky untuk paruh pertama tahun ini menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 406.229 upaya phishing diblokir terhadap UMKM, diikuti oleh upaya ransomware pada 268.166 dan 720.300 upaya penambangan kripto.

Bagi pelaku UMKM yang saat ini akan mengembangkan usahanya di ekosistem digital, berikut adalah beberapa rekomendasi Kaspersky yang dapat diterapkan untuk memperkuat pertahanan infrastruktur keamanannya:

  1. Pembaruan sertifikasi keamanan situs perusahaan
    Setiap situs web yang meminta atau memroses data pengguna wajib memiliki sertifikat SSL. Ini dilakukan untuk melindungi informasi yang dimasukkan oleh pengunjung. Situs tanpa sertifikat SSL dapat dianggap tidak aman, sehingga akan memengaruhi calon pelanggan Anda.

    Dengan kepemilikan sertifikat SSL, Anda juga harus memperhatikan masa berlaku, tergantung pada otoritas pengikatnya, sertifikat memerlukan penerbitan ulang setiap satu, tiga hingga 12 bulan.
  2. Memperbarui Firmware Router
    Semakin lama usia perangkat lunak, semakin besar kemungkinan mengandung kerentanan, maka sangat penting untuk selalu memperbarui keseluruhan perangkat lunak. Router memiliki perangkat lunak bawaan – firmware – yang seiring waktu menjadi usang dan rentan. Pelaku kejahatan siber kemudian dapat memanfaatkan firmware lama untuk menyusup ke jaringan perusahaan.

    Oleh karena itu, penting untuk menginventarisasi seluruh peralatan jaringan perusahaan, dan memeriksa konsol administrasi untuk melihat apakah versi baru firmware router telah muncul setidaknya setiap beberapa bulan.
  3. Blokir otorisasi yang tidak perlu
    Upaya balas dendam dunia maya terhadap rekan kerja/atasan itu nyata. Mantan karyawan yang tidak puas dengan kebijakan perusahaan dapat melancarkan serangan jika akun dan akses mereka ke jaringan perusahaan tidak ditutup secara tepat waktu.

    Oleh karena itu penting untuk membatasi akses perusahaan, dengan hanya memberikannya kepada pihak internal dan segera menutupnya dari karyawan yang sudah tidak lagi bekerja. Melakukan audit rutin juga sangat dianjurkan. Jika karyawan berganti divisi, misalnya, hak akses divisi lama perlu dicabut, jika tidak risikonya akan sangat merugikan seperti serangan siber tentunya.
  4. Selalu membuat cadangan salinan data
    Mencadangkan (backup) data akan membantu melindungi Anda dari beberapa ancaman berbahaya seperti ransomware, kecerobohan karyawan, dan lain-lain. Sangat disarankan untuk membuat cadangan secara otomatis.

    Namun, Anda tetap harus memeriksa penyimpanan data secara berkala. Apakah program backup berjalan dengan lancar? Apakah alamat penyimpanannya benar, atau apakah orang asing mengubahnya secara diam-diam? Jika menyimpan di cloud, periksa pengaturan secara berkala dan membeli ruang tambahan sebelum Anda membutuhkannya.
  5. Lakukan pembaruan lisensi antivirus di server
    Server yang tidak terlindungi dapat menyebabkan berbagai insiden. Mulai dari kebocoran data hingga menghosting sumber daya berbahaya di infrastruktur perusahaan sehingga mengubah kantor Anda menjadi cryptopharm. Terapkan pengingat berkala pada kalender Anda untuk memperbarui perlindungan server.
  6. Adaptasi Otomatisasi Solusi Keamanan
    Keamanan terbaik adalah solusi yang mempermudah pekerjaan para departemen TI dan bukan mempersulit. Jika bisnis Anda berkembang pesat, atau sedang dalam fase transformasi digital, kemungkinan sumber daya terus-menerus direntangkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here