Seorang penyandang disabilitas asal Lampung Selatan kreasikan tapas kelapa menjadi peci unik bernilai jual, Bandar Lampung, Rabu (4/12/2019). (Foto: Ruth Intan Sozometa Kanafi)
Seorang penyandang disabilitas asal Lampung Selatan kreasikan tapas kelapa menjadi peci unik bernilai jual, Bandar Lampung, Rabu (4/12/2019). (Foto: Ruth Intan Sozometa Kanafi)

Bandar Lampung, MNEWS.co.id – Zairumsyah, seorang penyandang disabilitas asal Lampung Selatan, memanfaatkan limbah tapas kelapa menjadi produk peci unik yang bernilai jual.

“Produk peci ini merupakan salah satu hasil kreasi yang bertujuan untuk memanfaatkan tapas kelapa,” katanya seperti yang dilansir dari Antara saat ditemui pada pameran dalam rangka perayaan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Bandar Lampung, Rabu (4/12/19).

Baru tiga bulan sejak Zairumsyah mulai memanfaatkan tapas kelapa menjadi produk peci. “Saya baru tiga bulan membuat produk ini karena melihat kawan sesama disabilitas ternyata mampu menghasilkan karya yang bagus, sehingga kami memanfaatkan tapas kelapa menjadi peci unik ini,” ujarnya.

Produk peci tapas kelapa milik Zairumsyah dijual dengan harga Rp50.000,- per buah dan dipasarkan dengan mengandalkan promosi melalui media sosial serta pameran, seperti pada perayaan Hari Disabilitas Internasional 2019 pada Rabu ini.

“Melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional pada hari ini, saya bisa memamerkan kepada masyarakat hasil karya saya dan juga dapat memperluas pasar juga,” katanya.

Zairumsyah menceritakan jika kesulitan utama pembuatan peci tapas kelapa bukanlah permasalahan keterbatasan fisik yang dimiliki sejumlah perajin, melainkan bahan produksi berupa tapas kelapa yang jarang ditemukan.

“Yang merepotkan bukan karena keterbatasan fisik, akan tetapi lebih ke bahan baku tapas kelapanya. Karena kita menggunakan tapas kelapa yang dihasilkan dari pohon kelapa yang sudah roboh dan tidak mudah menemukan pohon kelapa mati di sekitar lingkungan rumah,” ujarnya.

Zairumsyah melanjutkan, meskipun kesulitan dalam memperoleh bahan baku, Ia akan tetap berusaha membuat produk peci tapas kelapa agar kaum disabilitas lainnya mampu bangkit dan mandiri dengan mencontoh dirinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here