Ilustrasi. Foto: Pexels.
Ilustrasi. Foto: Pexels.

Jakarta, MNEWS.co.id – Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Akumindo) mengeluhkan atas melonjaknya harga cabai dalam beberapa bulan terakhir ini, karena lonjakan harga cabai tersebut cenderung memangkas keuntungan para pelaku UKM untuk beberapa waktu belakangan ini.

Muhammada Ikhsan Ingratubun selaku Ketua Umum Akumindo, mengatakan bahwa melonjaknya harga cabai yang tak kunjung turun pun menyulitkan para pelaku UKM untuk meningkatkan keuntungan mereka. Padahal cabai merupakan salah satu komoditas yang memang cukup krusial untuk para UKM yang bergerak di sektor kuliner.

Ikhsan juga menambahkan bahwa saat ini harga cabai sudah berada di ambang batas yang kurang wajar karena berdasarkan informasi yang telah diterima dari sejumlah anggota Akumindo, saat ini harga cabai memiliki harga berkisar Rp 80.000 – Rp 100.000 perkilogram (kg) sehingga sektor UKM pun harus memenuhi kebutuhan bahan baku dengan harga tersebut.

Selain harga cabai yang melonjak di sisi lain cabai pun susah untuk didapatkan dan terbilang sudah mulai langka, dan para pelaku UKM pun tak memungkinkan untuk menaikkan harga jual produknya disebabkan sektor tersebut sangat riskan untuk ditinggal konsumen.

Harga dan pasokan cabai juga tak selalu bergantung dengan adanya pemenuhan cold storage, seharusnya pemerintah justru harus menerapkan teknologi menanam cabai dengan basis penelitian yang sangat akurat sehingga saat musim kemarau tiba produksi tidak akan terganggu karena adanya ketahanan pada sisi produksi tanaman.

Ikhsan juga meminta kepada pemerintah agar membenahi sisi pengairan tanaman dengan menggunakan teknologi yang tepat, karena musim kemarau selalu dijadikan alasan oleh pemerintah. Berdasarkan catatan dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yaitu harga cabai merah besar pada 6 Agustus 2019 memiliki harga sebesar  Rp 59.900 per kg dan cabai rawit merah Rp 79.450 per kg.

Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah telah membangun cold storage yang berada di Brebes, namun pembangunan cold storage itu dikhususkan untuk bawang merah mesti tak menutup kemungkinan dapat juga digunakan untuk menampung cabai.

Amran juga belum bisa memastikan bahwa pembangunan cold storage cabai lainnya di setiap sentra produksi, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang mengupayakan untuk mengarahkan pembangunan cold storage cabai meskipun belum menyusun mengenai detail rencana pembangunannya.

Sementara untuk anggaran dan pembiayaan pembangunan cold storage cabai belum bisa menyebut dana yang dibutuhkan dengan pasti, karena harga pembangunan cold storage membutuhkan harga yang tidak sedikit. Amran mengatakan bahwa Kementan akan memastikan harga produksi cabai akan kembali stabil dalam waktu yang tidak terlalu lama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here