Ilustrasi Kopi Bubuk. (Foto: Freepik/user16945876)

Jakarta, MNEWS.co.id – Bubuk kopi yang berkualitas mampu menghasilkan kopi lezat dengan aroma kopi khas yang dapat membuat ketagihan para penikmatnya. Membuat kopi bubuk harus dipilih dari biji kopi yang berkualitas karena akan berpengaruh terhadap rasa yang dihasilkan.

Peluang usaha bubuk kopi sangat terbuka karena bahan utama biji kopi khas Indonesia tersedia melimpah. Bisnis usaha kopi bubuk juga termasuk usaha yang menjanjikan karena kopi merupakan salah satu minuman yang banyak dinikmati oleh masyarakat.

Salah satu pelaku usaha yang melakoni bisnis kopi adalah Muhammad Thaha yang telah menjual kopi bubuk kemasan sejak tahun 2019. Thaha menjual kopi kemasan dan biji kopi dengan jenama Mr. Thaha Coffee.

Thaha mengatakan, Ia tertarik terjun ke bisnis kopi bubuk kemasan karena melihat hobi orang Indonesia dalam meminum kopi. Kemudian Ia pun membuka warung kopi dan terlintas untuk membuat industri kopi bubuk.

Tampilan kemasan Mr. Thaha Coffee. (Foto: dok. Mr. Thaha Coffee)

Mr. Thaha Coffee berasal dari biji kopi jenis arabika dan robusta. Ia memilih kopi arabika lantaran kopi jenis ini memiliki rasa dan aroma khas dengan kandungan keasamannya yang rendah. Sementara untuk kopi robusta umumnya lebih pahit serta karakter rasa yang cenderung tidak bervariasi dan secara umum lebih seperti kacang-kacangan.

Saat ini, Thaha menjual produk Mr. Thaha Coffee yang sudah diproses menjadi bubuk dalam kemasan seberat 200 gram dengan harga Rp25.000 per kemasan.

Biji kopi produk Mr. Thaha Coffee diolah dengan menggunakan teknik roasting. Awalnya Ia menyortir biji kopi yang berkualitas, lalu me-roasting dengan tingkat suhu yang telah ditentukan, dan selanjutnya digiling hingga menjadi bubuk dan dikemas.

Thaha mengakui menjual produk kopi bubuk tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi di masa pandemi saat ini yang membuat persaingan semakin ketat dan memunculkan opsi untuk tetap bertahan atau menyerah.

Keberhasilan Thaha untuk tetap bertahan tak terlepas dari strategi pemasaran yang diterapkannya. Salah satunya dengan mengandalkan pemasaran secara daring (online) dengan menawarkan produknya di marketplace dan media sosial Instagram. Selain memanfaatkan media online, Thaha juga mengandalkan pemasaran secara offline dengan mengikuti beberapa kegiatan event dan menawarkan produknya ke beberapa kedai kopi.

Saat ini Thaha tetap optimis dan berusaha terus eksis dalam mengembangkan usaha bubuk kopinya agar tetap menghasilkan pendapatan. Thaha juga berharap dapat terus memperluas usahanya dengan membuka cabang agar bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here