Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: CNBC Indonesia)

Jakarta, MNEWS.co.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku sedari awal pemerintah sadar pandemi Covid-19 bakal memukul seluruh aktivitas bisnis dalam negeri. Sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) paling parah terkena dampaknya.
 
Ia menjelaskan bagaimana kebijakan pembatasan sosial (social distancing dan physical distancing) yang diterapkan pemerintah berdampak langsung bagi aktivitas pelaku UMKM.
 
Kebijakan berjaga jarak dan membatasi aktivitas di luar rumah tersebut berpengaruh besar terhadap omzet bisnis UMKM. Penjualan menurun bahkan usaha terhenti, sehingga ekonomi merosot tajam.
 
Namun, sebagian pelaku UMKM lainnya tetap berupaya agar usahanya tak gulung tikar. Meski mereka harus rela ‘berdarah-darah’ menghadapi keterpurukan lantaran keterbatasan modal kerja atau karena pembayaran pinjaman kreditnya yang macet.
 
Sri mengingatkan, sedari pandemi merangsek masuk ke Tanah Air pada pertengahan Maret 2020, pemerintah langsung menyediakan keringanan (restrukturisasi) kredit atau pembiayaan bagi debitur yang terdampak. Tak hanya untuk industri perbankan, nasabah perusahaan pembiayaan pun tak luput dari kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 ini.
 
Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan perlindungan melalui insentif pajak dan subsidi bunga atau kredit. Lalu ada tambahan kredit dan penjaminan kredit modal kerja UMKM.
 
Agar perbankan dapat dengan cepat memberikan pembiayaan kepada UMKM, pemerintah kemudian menempatkan dana segar di empat bank BUMN sebesar Rp30 triliun. Bank-bank tersebut diharapkan dapat memberikan pembiayaan kepada UMKM dengan tingkat suku bunga yang lebih murah.
 
“Ini merupakan tahap pertama dan akan ada tahap selanjutnya yang juga mengikutsertakan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Melalui Kementerian Koperasi dan UKM, pemerintah juga memberikan dukungan dalam bentuk teknis untuk membantu UMKM,” ungkapnya.
 
Saat ini diperlukan semangat untuk bangkit menata aktivitas bisnis yang hancur diterjang pandemi. Ada beberapa langkah yang disarankan Sri bagi para pelaku UMKM.
 
Pertama, UMKM menggunakan fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk mengembalikan apa yang sempat terpuruk. Kedua, memperkuat akses pasar domestik dengan mengutamakan konsumsi produk dalam negeri.
 
Ia menegaskan, potensi pasar dalam negeri masih sangat besar untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu, perlu eksplorasi lebih jauh untuk meraup kebutuhan dalam negeri.
 
“Produk hasil kreativitas anak bangsa telah banyak terbukti mampu bersaing dan tidak kalah dengan produk asing, saya tidak pernah ragu. Ayo dukung bersama memajukan UMKM! Pelaku UMKM, bangkitmu adalah bangkitnya kembali ekonomi negeriku!,” kata Sri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here