Semua Bisa Online di idEA-Harbolnas 2019

Regina Mone | 07 November 2019, 12:57 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2019 akan digelar pada 12 Desember 2019. Ada yang berbeda dari penyelenggaraan Harbolnas kali ini. 

Memasuki tahun penyelenggaraannya yang ke-9, Harbolnas kini berada di bawah arahan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Harapan paling mendasar dari perbedaan ini adalah netralitasnya. Netralitas menjadi salah satu faktor penting terkait kepercayaan konsumen, dan tentu saja bagi peserta. 

Kurang dari satu pekan sejak dilakukannya sosialisasi pendaftaran Harbolnas 2019, setidaknya sebanyak 170 platform telah mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti kegiatan tahunan ini. Selain itu, hubungan idEA dengan Pemerintah yang sudah terjalin dengan sangat baik diharapkan mampu membuka berbagai peluang dukungan dalam penyelenggaraan Harbolnas 2019.

Pada Harbolnas 2019 ini, idEA berharap akan terjadi pertumbuhan baik dalam jumlah peserta maupun total angka transaksi. “Tahun ini kita menargetkan (jumlah peserta) bertambah, gak terlalu agresif lah, dari 254 naik ke 300. Tahun ini kita menargetkan (total transaksi) masih bertumbuh, mungkin tumbuhnya tidak sebesar sebelumnya, kita menargetkan naik ke Rp7,8 triliun,” jelas Untung dalam acara Media Luncheon Harbolnas-idEA 2019 di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Hal menarik dalam gelaran Harbolnas 2019 adalah jejaring baru yang akan dibuka oleh idEA. Ketua Umum idEA, Ignatius Untung, menjelaskan bagaimana pihaknya ingin mensosialisasikan seluas mungkin sektor perdagangan digital melalui Harbolnas 2019.

“Tak hanya produk gaya hidup atau produk-produk elektronik saja, kami ingin semua bisa dipasarkan secara luas dan mudah melalui digital,” kata Untung.

idEA berharap para platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung dalam penyelenggaraan Harbolnas 2019. Selain itu, idEA juga berharap produk lokal tetap menjadi bintang dalam kegiatan ini.

idEA menaruh perhatian cukup besar dalam hal pengembangan jangkauan pasar produk lokal. “Yang paling efektif dan efisien tentu saja melalui pemasaran digital,” tegas Untung.

Diperlukan adanya sosialisasi lebih jelas terkait batasan produk lokal dalam penyelenggaraan Harbolnas. Untung menjelaskan jika produk lokal tidak melulu berarti kerajinan tangan atau sejenisnya. Banyak produk buatan Indonesia yang bisa dikategorikan ke dalam barang-barang lifestyle dan juga barang elektronik.

“Untuk itu kami akan mengulang kesuksesan Harbolnas 2018 dengan menambah satu hari, yakni 11 Desember 2019, khusus untuk promo terbaik produk lokal,” ujarnya.

Harbolnas 2018 berhasil mencatatkan penjualan produk lokal yang cukup mengagumkan. Menurut data yang diolah oleh AC Nielsen, setidaknya 46% barang yang terjual selama gelaran Harbolnas 2018 merupakan produk lokal.

Berdasarkan data dari AC Nielsen, selama dua hari penyelenggaraan Harbolnas 2018 mencatatkan kenaikan jumlah transaksi sebanyak 6 kali lipat.

Meski sebagian besar platform seringkali melakukan promo bulanannya masing-masing, Untung meyakini jika Harbolnas tetap memiliki daya tarik lebih di mata konsumen. 

Harbolnas dikenal sejak lama karena menawarkan promo terbaik sepanjang tahun, lanjut Untung. “Jadi kami optimistis bahwa konsumen masih sangat menantikan gelaran Harbolnas 2019 ini,” pungkasnya.

Bagi platform yang tertarik menjadi peserta Harbolnas 2019, bisa mendaftar secara gratis di tautan Pendaftaran Harbolnas 2019 berikut. Pendaftaran akan ditutup pada 20 November 2019.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar