Perkenalan maskot PON XX oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob dan Sekretaris PB PON Papua sub Mimika Cessar Avianto. Jumat (13/12/19) (Foto: Irsul Panca Aditra)
Perkenalan maskot PON XX oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob dan Sekretaris PB PON Papua sub Mimika Cessar Avianto. Jumat (13/12/19) (Foto: Irsul Panca Aditra)

Timika, MNEWS.co.id – Dinas Koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Mimika telah mempersiapkan beberapa suvenir untuk dijadikan sebagai buah tangan yang dapat dibeli kontingen maupun penonton Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2020.

Ida Wahyuni selaku Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika mengatakan, nantinya pada perhelatan PON akan memprioritaskan produk lokal daerah dalam bentuk kerajinan tangan, cemilan, dan pakaian.

“Saat ini dinas koperasi sudah menyiapkan noken (tas jaring khas Papua) untuk dipasarkan pada saat PON nanti,” kata Ida.

Dinas Koperasi dan UMKM Mimika telah memberikan akomodasi kepada dua hasil karya pengrajin asli Mimika yaitu Amungme dan Kamoro untuk menyediakan noken sebagai suvenir. Sampai saat ini, sudah ada 10 kelompok pengrajin yang dibina agar hasil produk nokennya dapat dipromosikan saat PON XX.

Ida mengakui bahwa ada beberapa kendala dalam penyediaan noken sebagai suvenir PON XX, salah satunya adalah waktu yang tidak cukup untu membina pengrajin dalam membuat pola tertentu di kerajinan tangannya. Sehingga untuk menutupi hal tersebut, Dinas Koperasi dan UMKM Mimika mengambil jahitan tikar gulung dari suku Kamoro yang kemudian diolah menjadi tas noken.

“Kami akan coba kerja sama untuk mengambil dari kabupaten lain. Mana yang siap kita ambil dan langsung dikasih mama-mama jahit, kita jual,” katanya.

Sementara untuk produk makanan lokal adalah Keripik Keladi yang merupakan produk camilan yang akan dijual sebagai buah tangan PON XX.

Kota Mimika menjadi salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan ajang olahraga tingkat nasional ini. Golongan 12 cabang olahraga tersebut di antaranya judo, tarung derajat, bola tangan, futsal, biliar, panjat tebing, bola basket 3 x 3, bola basket 5 x 5, atletik, aeromodelling, terbang layang, dan terjun payung.    

Ida menambahkan bahwa pada 2020 merupakan tahun pemasaran produk asal Timika. Sehingga, pemasaran tidak hanya berlangsung saat PON digelar, tapi sepanjang tahun. “Nanti pameran di dua tempat di bulan Oktober itu di lokasi eks Pasar Lama dan bazar makanan di Gelael,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here