Personil Ping Pong Club.(Foto: Instagram/pingpongclubtheband)
Personil Ping Pong Club.(Foto: Instagram/pingpongclubtheband)

Jakarta, MNEWS.co.id – Ping Pong Club membawa kabar baik di bulan Desember ini bagi para penggemarnya serta dunia musik Indonesia. Band musik indiepop-electropop asal kota Bandung ini akan tampil sebagai salah satu International Line Up dalam festival musik internasional Orange Festival of Adventure and Music (OFAM) di India pada Sabtu (14/12/19).

Orange Festival of Adventure and Music (OFAM) merupakan festival rutin setiap tahunnya yang diselenggarakan di kota Dambuk, Arunachal Pradesh, India. Kegiatan ini juga telah menampilkan beberapa musisi internasional seperti Yngwie Malmsteen, Ritchie Kotzen, The Iron Maidens, maupun performer dari India seperti Bombay Bassment.

OFAM 2019 diadakan dari tanggal 12-15 Desember 2019 serta akan menghadirkan International Headliner yaitu Flipsyde, P.O.D (Payable on Death), Big Mountain dari Amerika Serikat, serta Ping Pong Club dari Indonesia.

Ping Pong Club akan tampil dalam Orange Festival of Adventure and Music (OFAM) pada tanggal 14 Desember 2019, yang bersamaan dengan Big Mountain dari Amerika Serikat. Melalui festival internasional ini, dapat menjadi langkah awal untuk Ping Pong Club dapat tampil secara langsung dengan penggemar musik mereka di India. Sehingga bukan tidak mungkin mampu membuka jalan bagi musisi lainya untuk masuk ke market musik di India.

Informasi mengenai festival ini bisa diakses melalui official website Orange Festival of Adventure and Music (OFAM) https://orangefestivaldambuk.in/ atau pada halaman official Facebook Page dari  Orange Festival of Adventure and Music (OFAM) yang bisa diakses di https://www.facebook.com/orangefestivaldambuk/

Ping Pong Club merupakan kuartet Electro Pop / Indie Pop yang dibentuk di kota Bandung pada akhir tahun 2017 lalu oleh Hariz Lasa dan Muhammad Rizky. Band ini terbentuk karena memiliki kesamaan antara Hariz dan Rizky yang menyukai ranah subkultur musik, di Britania Raya, mulai dari The Beatles hingga generasi Sarah Records.

Oleh karena itu, mereka pun sepakat untuk membentuk Ping Pong Club dan mengemas kembali subkultur musik di Britania Raya tersebut. Selain itu juga ada Fasya Suryadini dan Satrio Adi Nugroho sebagam tambahan formasinya.

Pemilihan nama Ping Pong Club adalah berasal dari sebuah istilah dalam dunia audio, yaitu ping pong effect, yang merupakan suara yang berpindah dari kiri ke kanan ataupun sebaliknya dalam sebuah rekaman stereo. Filosofi ini merupakan representasi dari musik Ping Pong Club sendiri yang menyajikan musik dengan eksperimentasi efek ping pong dalam karyanya.

Band asal Bandung ini pun telah merilis beberapa lagu yaitu, ‘Venetian Blinds,’ ‘Skylight,’ ‘Ecstatic,’ dan album perdananya yang berjudul ‘Retrospective’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here