Barista meracik kopi. (Foto: David Muharmansyah)

Banda Aceh, MNEWS.co.id – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Banda Aceh mengembangkan konsentrat kopi guna memudahkan penikmat kopi menyeruput minuman mengandung kafein tersebut.

“Pengembangan konsentrat kopi ini sudah kami lakukan sejak setahun terakhir. Peminatnya lumayan banyak,” kata Teuku Budi Hermawan, pelaku UMKM di Banda Aceh dikutip dari Antara.

Pemilik merek usaha Tone Gayo Beans Coffe ini, mengatakan pengembangan konsentrat memudahkan peminum kopi meminumnya. Konsentrat tersebut ibarat sirup yang dicampur air.

Menurut Teuku, pengembangan konsentrat kopi tersebut berawal dari tantangan Wakil Ketua DPR Aceh 2014-2019 T Irwan Djohan. Ketika itu, Irwan membawa pulang konsentrat kopi dari perjalanannya di Provinsi Sumatera Utara.

“Saat itu, kami melihat minum kopi yang tidak ribet dengan konsentrat. Konsentrat dituangkan dalam gelas, lalu dicampur air, baik panas maupun dingin. Tidak perlu seduh, dan bisa langsung diminum seperti biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam membuat konsentrat kopi bukanlah perkara mudah. Membuat konsentrat kopi membutuhkan waktu dan rasio perbandingan air dengan bubuk kopi.

“Kami menggunakan kopi arabica gayo karena aromanya yang khas. Apalagi arabica gayo merupakan kopi terbaik di dunia. Jenis kopi lainnya, biasa saja, tergantung peminatnya,” tambahnya.

Sekali membuat konsentrat kopi, dirinya menghabiskan delapan liter air dengan satu setengah kilogram kopi. Untuk membuatnya membutuhkan waktu 24 jam dan konsentrat ini merupakan inti  kopi yang diseduh.

“Antara air dan ada rasio, kopi yang dihasilkan benar-benar inti kopi. Penyeduhan bukan sembarangan, ada perlakuan khusus,” papar Teuku.

Teuku Budi Hermawan menjelaskan, sebotol konsentrat kopi buatannya dijual dalam ukuran 250 ml. Dengan konsentrat sebanyak itu bisa menghasilkan empat cangkir kopi siap minum.

“Sebotol konsentrat ukuran 250 ml dijual Rp40 ribu. Dengan konsentrat ini, waktu meminum kopi tidak terbuang banyak. Cara minumnya lebih praktis, sama seperti sirup,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here