Logo baru perusahaan Gojek terpampang di atribut helm dan jaket mitra pengemudi Go-Ride. (Foto: Dok. Gojek)
Logo baru perusahaan Gojek terpampang di atribut helm dan jaket mitra pengemudi Go-Ride. (Foto: Dok. Gojek)

Maluku Utara, MNEWS.co.id – Kehadiran Gojek di Ternate sudah mulai banyak bermunculan. Jalanan Ternate semakin diramaikan dengan pengemudi dari perusahaan teknologi yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini. Salah satu fitur dari Gojek yang mulai diminati adalah jasa pengiriman makanan atau GoFood.

Mulawarman selaku Head of Regional Corporate Affairs East Indonesia Gojek mengatakan, pihaknya fokus kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai mitra GoFood. Ia bahkan mengklaim dari total jumlah mitra tersebut 90 persen adalah UMKM, namun dirinya tidak menyebutkan jumlah pasti berapa mitra GoFood yang sudah terdaftar di Ternate.
 
“Fokus kita memang UMKM. Sekitar 90 persen mitra kita adalah UMKM. Mereka kita kasih delivery service-nya lewat Gojek. Jadi pangsa pasarnya lebih luas. Daripada hanya orang datang beli, tapi lewat online juga bisa,” katanya.
 
Tujuan kemitraan ini adalah agar para UMKM bisa lebih berkembang tidak hanya pada saat offline, tapi juga online. Dengan cara memberikan edukasi tentang pemasaran yang tepat. Pihak Gojek tak memasang target terkait dengan jumlah mitra GoFood. Jika ada UMKM yang hendak mendaftarkan usahanya ke GoFood, maka bisa dilakukan dengan aplikasi bernama GoBiz.
 
GoBiz menjawab tantangan untuk UMKM yang berada di tempat yang tidak strategis, sehingga dapat berjualan di rumah. “Karena yang jualan pakai gobiz 95% dari online. Bukan dari offline. Ini membantu UMKM kecil yang enggak punya tempat untuk bisa naik kelas,” kata Mulawarman.
 
Mulawarman menambahkan, kehadiran Gojek di Ternate bukan tanpa kendala. Persoalan yang sering ditemukan, adalah terkait dengan penggunaan GoPay atau uang digital. Ia menambahkan, tak hanya di Ternate, tapi juga di wilayah Indonesia Timur, uang digital masih belum mendapatkan kepercayaan di hati masyarakat. Hal ini berkaitan dengan unsur keamanan. Terlebih informasi serta edukasi tentang uang digital masih belum terlalu masif.
 
Kendala lain yang kerap ditemui adalah pandangan masyarakat yang menganggap berjualan secara online sebagai sesuatu yang rumit. Untuk hal ini, Ia mengaku pihaknya akan melakukan pelatihan tentang penjualan online kepada para mitra. Secara keseluruhan, kehadiran Gojek di Ternate menunjukkan perkembangan positif.
 
“Bersyukur sejak masuk tahun 2019 ini, pelan-pelan kita ada perkembangan yang cukup baik. Kehadiran gojek bukan menggantikan, tapi mendukung yang sudah ada,” kata Mulawarman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here