Menkop UKM Dukung Gerakan Papua Muda Inspiratif untuk Lahirkan Wirausaha di Papua

Regina Mone | 19 Februari 2020, 08:20 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mendukung Gerakan Papua Muda Inspiratif untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda di Papua.

Hal tersebut disampaikan oleh Teten ketika melakukan pertemuan dengan dua Staf Khusus Presiden Jokowi, Billy Mambrasar dan Putri Tanjung, di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (18/2/20). Teten menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan untuk melahirkan lebih banyak entrepreneur di Papua dan Papua Barat.

"Kami 100 persen mendukung Gerakan Papua Muda Inspiratif untuk melahirkan entrepreneur baru," ucap Teten.

Presiden Jokowi sendiri sudah memprioritaskan pembangunan Papua dan pembangunan berbasis sumber daya manusia melalui pemberdayaan ekonomi sebagai alternatif yang baik untuk membuat perubahan di Papua.

Billy Mambrasar, yang juga putra daerah Papua mengatakan, pihaknya menyambut baik dukungan Kemenkop dan UKM untuk bisa mewujudkan lebih banyak wirausaha muda baru di Papua.

"Menteri Koperasi dan UKM juga akan bekerja sama dengan Mendikbud untuk bersama mendesain pengembangan SDM, yang menjadi masa depan UMKM ini nanti. Kita harus siapkan dari sekarang secara sistematis. Fokus pendidikan diarahkan dengan potensi lokal daerah yang bersangkutan. Unggulannya, misal Raja Ampat unggulannya ecotourism, Sorong industi makanan," ujar Billy.

Sejauh ini, Gerakan Papua Muda Inspiratif yang diinisiasi langsung oleh Billy Mambrasar telah menggerakkan lebih dari 308 wirausaha muda Papua untuk kemudian bisa dikapitalisasi usahanya.

"Mereka usahanya sudah berjalan dan Kemenkop menyambut baik dan memberikan dukungan kepada mereka," katanya.

Pada 26 Februari 2020 direncakan akan dilakukan peluncuran 21 unit bisnis wirausaha muda Papua dengan dukungan penuh Kemenkop dan UKM.

Kemenkop dan UKM memberikan dukungan dana berupa hibah untuk usaha mikro, pinjaman dana bergulir untuk usaha menengah, dan pinjaman bunga ringan untuk usaha yang lebih besar.

"Dan untuk 21 bisnis yang besok akan diluncurkan itu diberikan pinjaman dana bergulir melalui mekanisme LPDB," katanya.

Rencananya, dana bergulir dialokasikan sebesar Rp1,4 miliar untuk 21 wirausaha muda tersebut dengan kisaran pinjaman sebesar Rp12 juta hingga Rp30 juta per orang dengan sinergi melalui koperasi. Mereka akan mengakses pinjaman melalui koperasi.

Para wirausaha muda yang seluruhnya adalah milenial Papua itu bergerak dalam bisnis kuliner, kosmetik, hospitality, wisata alam ecotourism, hingga aplikasi IT.

"Mereka asli Papua dan memang beroperasi di Papua. Kita akan kumpulkan mereka di Sorong semuanya besok, dari Jayapura, Manokwari, hingga Wamena," jelas Billy.

Ia mencontohkan beberapa produk, misalnya brand Eksotik yang merupakan produk dari Patricia Ormuserai berupa make-up untuk perempuan berkulit gelap yang marketnya bukan hanya di Indonesia Timur, tapi juga bisa diekspor ke Afrika dan Asia Pasifik.

Selain itu juga ada Jelajah Sorong, sebuah aplikasi berbasis IT yang mempromosikan tour site di Papua dan Papua Barat. Atau L Project yang dirintis oleh seorang youtuber yang mendirikan multimedia house untuk menjadi rumah branding dan rumah kreatif.

"Mereka rata-rata sudah memulai usaha dari setahun hingga 4 tahun," ungkap Billy.

Billy menargetkan Gerakan Papua Muda Inspiratif mampu membuka hingga 15.000 lapangan kerja baru dalam lima tahun.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB KUMKM Braman Setyo setelah mendampingi Menkop dan UKM dalam pertemuan tersebut mengatakan pihaknya berfokus untuk mengembangkan koperasi di Papua Barat, yang salah satunya telah berhasil melakukan diversifikasi usaha untuk sagu.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan survei ke lokasi sekaligus pendampingan tata kelola koperasi tersebut. Sementara alokasi dana bergulir sebesar Rp1,4 miliar untuk 21 wirausaha muda dampingan Papua Muda Inspiratif rencananya akan disalurkan melalui sinergi dengan koperasi.

"Rencananya koperasi yang akan mengajukan pendanaannya ke LPDB untuk 21 usaha anak muda Papua," jelasnya.

Tentang Penulis
Regina Mone
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar