Ilustrasi Produk Kopi. (Foto: Wirestock/Freepic)

Jakarta, MNEWS.co.id – Kopi merupakan salah satu minuman yang hits saat ini dan setiap tahun peminatnya pun semakin ramai. Ramainya penyuka kopi di Indonesia dapat memberikan sebuah peluang usaha yang menggiurkan dan membanggakan. Salah satu yang menjadi favorit para penikmat kopi adalah suguhan kopi dengan sensasi campuran rempah yang khas.

Peluang usaha ini dimanfaatkan oleh Yulianti Katerina yang mendirikan usaha bernama Balong Coffee sejak Agustus 2018. Produk Balong Coffe menghadirkan kopi rempah khas Sumbawa dengan melestarikan resep turun-temurun dari sang nenek.

Yulianti mengatakan, produk kopi rempah Balong Coffee memiliki rasa yang unik dan lengkap karena menggunakan bahan dari jahe, kapulaga, kayu manis, cengkeh, serta cabe Jawa. Cita rasa yang dihadirkan pun sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan. Balong Coffee juga menghadirkan kopi roasting dengan campuran rempah secara tradisional yang diolah menggunakan belanga untuk tetap menjaga cita rasa khasnya.

Ketika memulai usaha ini, Yulianti menggunakan modal awal sebesar Rp1 juta yang digunakannya untuk membeli bahan baku dan peralatan berupa blender untuk menghaluskan kopi dan rempah.

Tampilan Produk Balong Coffee. (Foto: dok. Balong Coffee)

Balong Coffee menggunakan bahan baku produk lokal yang didapatkan dari petani dengan tujuan ingin mengangkat nama petani kopi dan rempah Indonesia. Bahan baku yang digunakan yaitu biji kopi dengan kualitas tertinggi karena dipetik dalam keadaan merah yang matang. Sementara untuk rempah, Yulianti menggunakan bahan baku segar serta disimpan dalam keadaan tidak lebih dari setahun guna menjaga cita rasa kopi rempah tersebut.

Yulianti mengatakan, salah satu kendala paling utama yang dirasakan yaitu saat Ia memperkenalkan produknya ke konsumen mengenai kopi Rempah Sumbawa. Ia harus ekstra sabar untuk mengedukasi konsumen yang dituju, khususnya generasi milenial yang lebih menyukai kopi kekinian.

Awalnya banyak konsumen yang tidak menyukai produknya karena dianggap merusak cita rasa kopi khususnya bagi pecinta kopi. Belum lagi saat mengawali usaha ini, Ia sempat tidak mendapatkan supplier kopi sehingga sempat tidak berjualan sama sekali selama tiga bulan awal.

Namun di tengah kondisi pandemi saat ini, Yulianti mengakui produknya semakin banyak diminati karena saat ini kopi rempah memiliki peminat tersendiri yang disukai oleh semua kalangan. Salah satunya adalah semakin banyak kedai kopi yang menghadirkan produk kopi rempah dengan ciri khas masing-masing penjual.

Sebelum pandemi COVID-19 menghantam Indonesia, biasanya Yulianti mempromosikan produknya secara offline dengan mengikuti bazaar yang diadakan oleh pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta, serta kegiatan oleh komunitas seperti Sahabat UMKM.

Untuk memperluas pangsa pasar, saat ini Yulianti fokus mempromosikan produknya melalui media sosial khususnya Instagram dan Facebook dengan membuat konten mengenai kopi dan rempah. Hal ini bertujuan untuk terus mengedukasi agar semakin banyak konsumen yang mengetahui produk Balong Coffee.

Ke depannya, Yulianti ingin memperluas usahanya dengan membuat PIRT agar bisa masuk ke retail. Selain itu Ia terus berupaya memperbaiki kualitas serta manajemen usaha agar Balong Coffee bisa diekspor ke pasar asing sehingga dapat mengenalkan kopi rempah cita rasa khas Sumbawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here