Ilustrasi pelaku usaha mikro. (Foto: Tribunnews)

Jakarta, MNEWS.co.id – Di tengah masa pandemi saat ini, negara di dunia termasuk Indonesia tengah berusaha menangani penyebaran Covid-19, di samping memulihkan kondisi ekonomi yang terpuruk.

PT Jamkrindo berkomitmen untuk tetap menyalurkan pinjaman kemitraan dan memberikan pendampingan bagi para mitra binaannya. Corporate Secretary  PT Jamkrindo, Abdul Bari mengatakan, pemberian kredit modal kerja melalui program kemitraan.

“Program kemitraan ini diharapkan bisa membantu menggerakkan roda perekonomian khususnya bagi pengusaha mikro yang feasible but not bankable,” kata Abdul dilansir dari Kontan.

Abduk menjelaskan telah banyak program kemitraan yang digagas oleh Jamkrindo. Misalnya saja di Ciletuh, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Di wilayan yang kini menjadi Unesco Global Geopark tersebut, Jamkrindo sukses meningkatkan ekonomi masyarakat yang tergabung dalam UKM Saluyu.

Beberapa UKM tersebut sebagian besar anggotanya merupakan eks tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri, yang memilih pulang kampung untuk membuka usaha di tengah terus meningkatnya popularitas Geopark Ciletuh.

Menurutnya, Jamkrindo dan UKM Saluyu sejak awal tahun 2020 melakukan diskusi intensif dan pencarian ide usaha berbasis bahan baku lokal. Lalu, disepakati untuk memberi nilai tambah pada mangga yang merupakan salah satu komoditas lokal di Geopark Ciletuh.

Caranya, memproduksi makanan olahan berupa kripik mangga yang menjadi oleh-oleh khas dari Geopark Ciletuh. Memang, mangga merupakan salah satu komoditas andalan di daerah itu. Setidaknya, terdapat sekitar 200 hektare kebun mangga milik masyarakat dengan produksi mencapai ratusan ton. “Berbagai pendampingan dilakukan agar UKM Saluyu memiliki daya ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” tambahnya.

Agar UKM Saluyu bisa produktif, Jamkrindo juga memberikan bantuan mesin pengolah mangga dan juga pelatihan promosi pemasaran produk, termasuk pendampingan perluasan jaringan pemasaran. Tak cuma itu, Jamkrindo memberikan pelatihan budidaya hidroponik untuk para anggota Asosiasi Homestay Ciletuh agar memberi nilai tambah dan sarana edukasi di kawasan homestay.

Ia menambahkan model pemberdayaan yang dilakukan di Geopark Ciletuh tersebut merupakan bagian dari upaya Jamkrindo berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Ke depannya model dan semangat pemberdayaan ini akan diterapkan juga di wilayah lainnya, antara lain Garut.

Sebelum di Geopark Ciletuh, model pemberdayaan berbasis komunitas tersebut juga telah berhasil Jamkrindo implementasikan kepada para petani mete di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here