Kunci Diversifikasi Produk UMKM: Adaptasi Budaya Lokal
Kunci Diversifikasi Produk UMKM: Adaptasi Budaya Lokal. (Foto: umkmkalbar.id)

Jakarta, MNEWS.co.id – Perancang busana dan Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Indonesia Samuel Wattimena mendorong produsen kain tradisional Indonesia untuk melakukan perluasan usaha. Caranya dengan memberikan edukasi masyarakat tentang filosofi yang ada pada kain serta melibatkan generasi muda.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang memberikan sambutan untuk rangkaian virtual fashion show bertajuk Cita Nusantara: Tradisi, Ekspresi, Masa Depan beberapa saat yang lalu.

Ia mengungkapkan bahwa kain tradisional tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai filosofi unik dan artistik. Selain itu, kain-kain ini juga menggambarkan nilai dan karakteristik budaya di setiap daerah yang diyakini dapat menjadi keunggulan produk lokal.

“Keberagaman UKM Indonesia ini tidak terlepas dari kekayaan warisan budaya Indonesia. Diversifikasi produk UKM memiliki keunggulan karena dilahirkan dan diadaptasi dari budaya lokal. Salah satu warisan budaya Indonesia yang terkenal di seluruh dunia adalah kain-kain tradisional,” ujar Ayu Bintang.

Ia juga berharap gaung identitas bangsa lewat kain tradisional akan semakin kuat dengan memberdayakan generasi muda. Karena, lanjutnya, harus diakui jika generasi muda memiliki sifat dinamis dalam merespons perubahan. Sehingga dibutuhkan keterlibatan generasi muda untuk menjaga dan memperkuat identitas Indonesia di mata dunia.

“Saya sangat mendukung terselenggaranya fashion show ini. Karena, rangkaian acara ini memberikan kesempatan bagi para perempuan pelaku UKM untuk mempromosikan dan mengembangkan usahanya. Selain itu, acara ini juga bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang kekayaan budaya Indonesia yang bisa memperkuat identitas bangsa secara berkesinambungan,” tutup Ayu Bintang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here