Ilustrasi Digital Marketing. Foto: Google Images.
Ilustrasi Digital Marketing. Foto: Google Images.

Jakarta, MNEWS.co.id – Pemasaran secara digital atau digital marketing memiliki strategi khusus agar sukses menjaring pasar. Founder dan CEO pakar.co.id, Aditya K. Gunawan, memaparkan beberapa kiat digital marketing dalam kursus kilat kepada small business owner.

CEO yang bergerak di bidang education company ini mengatakan, ada tiga besar strategi digital marketing yang dijalankan di Indonesia. Tiga hal besar tersebut adalah memasang iklan di internet, membangun branding dan media sosial, serta memanfaatkan marketplace.

Menurut Aditya, beriklan dalam perspektif digital marketing harus memperhatikan apa jenis bisnis yang sedang dijalankan. Pasalnya, beda bisnis pasti beda perlakuan. Internet marketing, tambahnya, menjadi senjata yang ampuh karena sangat murah dan bisa disesuaikan dengan budget.

“Anda bisa memasang iklan di hadapan 1 juta orang dengan (harga) terjangkau. Digital marketing juga benar-benar tertarget. Kita bisa targeting secara akurat mulai dari jenis kelamin, usia, dan sebagainya,” papar Aditya dalam talkshow EXCELLOKA sesi “Crash Course to Digital Marketing” yang diselenggarakan oleh excellence.asia bekerjasama dengan Komunitas Sahabat UMKM dan Backspace Jakarta di area Pasar Kita Vol. 2, Lippo Mall Puri, Jakarta, Jumat, (31/8/18).

Misalnya, jika ingin beriklan di Facebook, kita bisa mentargetkan siapa yang akan melihat iklan. Tidak hanya sekadar usia dan jenis kelamin saja, Facebook juga bisa mengidentifikasi dari posting-an pengguna dan komentar-komentar yang beredar. Jika pengguna unggah foto bayi misalnya, dan banyak komentar dengan kata “congrats”, berarti pengguna tersebut baru saja melahirkan atau memiliki bayi. Sehingga, iklan produk bayi pun bisa disisipkan secara tepat sasaran.

Aditya K. Gunawan, Founder & CEO pakar.co.id dalam talkshow EXCELLOKA sesi
“Crash Course to Digital Marketing” yang diselenggarakan oleh excellence.asia, Lippo Mall Puri, Jakarta,
Jumat, (31/8/18). Foto: (doc/MNEWS)

Sedangkan dari Google Ads atau iklan dari mesin pencari, targetnya adalah intensi. Iklan akan muncul sesuai dengan keyword yang dicari. Menurut Aditya, ini sangat terukur karena bisa tahu persis berapa jumlah orang yang melihat iklan, meng-klik iklan, hingga akhirnya tergiur iklan dan benar-benar membelinya.

Selanjutnya, mana yang lebih menguntungkan, beriklan secara gratis yang biasa dikenal secara ‘organik’ atau berbayar? Aditya mengungkapkan, tergantung target dari si pemilik usaha itu sendiri. Kata kuncinya hanya dua kata, yaitu wani piro.

Untuk iklan berbayar memang lebih efektif karena Google akan menempatkan sesuai dengan celah dan karakteristik pembeli secara spesifik. Sistem lelang menjadi cara yang ditempuh Google untuk menentukan harga. Biasanya, makin populer kata kunci yang kita gunakan, persaingan dengan kompetitor lain semakin ketat, sehingga harga yang ditentukan bisa semakin mahal. Harga per kata bisa dipatok mulai dari Rp 500 hingga Rp 40 ribu.

Namun, meski begitu, bukan berarti organik tidak efektif. Untuk meningkatkan website hingga bisa mencapai posisi teratas di hasil pencarian, terlebih dahulu harus memperkuat infrastruktur website dan meningkatkan referensi dari website-website lain untuk menaikkan SEO (Search Engine Optimization). Tipe iklan seperti ini biasanya cocok untuk barang dan jasa di mana biasanya orang mencari informasinya terlebih dahulu sebelum membeli. Misalnya, jasa pembasmi rayap.

“Harus ngeset kata kunci yang tepat untuk bisnis kita. Tergantung kata kunci tersebut, iklan kita akan lebih tepat. Selain itu meningkatkan traffic, karena 3 website teratas mengambil 60% dari total traffic,” pungkas Aditya.

Iklan di Facebook dan Instagram juga bisa disesuaikan dengan minat, demografi, dan lokasi. Karena mengandalkan gambar, aspek visualnya harus kuat dan menarik. Sedangkan iklan di Youtube lebih ke branding atau campaign sebagai alternatif dari iklan televisi. Ada juga email marketing yang tertarget untuk masing-masing customer, misalnya rekomendasi produk, survei, dan lainnya.

“Untuk digital memang awalnya butuh effort, butuh belajar. Kita merasa banyak ilmu yang bisa diajarin. Pertama kali mulai, mending mulai dari digital presence. Karena di Facebook masih sangat minim, mulailah dari Instagram. Sekarang semuanya open data, that’s a good thing about digital marketing,” tutupnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here