Acara HU.B kolaborasi fX Sudirman x CO.LAB Series di F3 Atrium fX Sudirman, Sabtu (17/8). Foto: (doc/MNEWS)
Acara HU.B kolaborasi fX Sudirman x CO.LAB Series di F3 Atrium fX Sudirman, Sabtu (17/8). Foto: (doc/MNEWS)

Jakarta, MNEWS.co.id – Dalam memulai suatu bisnis pasti akan selalu menemukan berbagai rintangan dan juga berbagai macam kendala. Namun dari sinilah para pemula bisnis akan diuji ketangguhan serta pengetahuannya dalam menentukan strategi bisnis. Segala hambatan ataupun rintangan tidak hanya dihadapi oleh para pengusaha pemula tetapi juga dirasakan pula oleh para pengusaha yang telah profesional. Karena dengan berbagai macam hambatan dan rintangan yang dihadapi, dapat mengajarkan untuk terus berkembang dan tidak mudah menyerah begitu saja.

Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, fX Sudirman berkolaborasi dengan CO.LAB Series mengadakan acara HU.B pada Sabtu-Minggu (17-18/8/2019) di F3 Atrium fX Sudirman dengan menghadirkan tiga komunitas UMKM di Indonesia, yakni Komunitas Sahabat UMKM, Tangan di Atas dan Womanpreneur Community. Dalam kegiatan tersebut, mereka menceritakan berbagai macam hambatan yang dihadapi oleh para anggota komunitas mereka.

Anggie Mokoginta selaku Ketua Komunitas Sahabat UMKM Jakarta, menjelaskan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu hampir sama dan salah satunya adalah mindset atau pola pikir.

Mindset menjadi salah satu tantangan tersendiri di Komunitas Sahabat UMKM, contohnya adalah masih ada yang berpikiran ya udah dagang aja, yang penting bisa jualan dapat uang dan bisa menghidupi keluarga. Namun juga masih ada yang memikirkan bisnis mereka dalam jangka panjang seperti apa,” ujar Anggie.

Anggie mengungkapkan bahwa Komunitas Sahabat UMKM selalu mengadakan Kelas Komunitas untuk para anggota komunitasnya dengan menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya. “Kita selalu mengadakan Kelas Komunitas untuk para member Sahabat UMKM misalkan mengadakan kelas yang berfokus mengenai branding atau mengenai bagaimana melakukan penjualan yang baik dan benar,” ungkapnya. Dirinya juga menambahkan bahwa member Sahabat UMKM yang serius untuk terus belajar, pasti selalu mengikuti berbagai kegiatan Kelas Komunitas yang diadakan oleh Sahabat UMKM.

Sementara Riawan Tamin selaku Ketua Komunitas Tangan di Atas Jakarta Barat, menjelaskan bahwa di Indonesia yang digerakkan adalah mengenai semangat untuk berwirausaha baik untuk para pengusaha yang baru akan memulai ataupun yang masih bingung untuk memulai bisnis darimana.

“Untuk para pembisnis yang baru saja mulai biasanya mereka harus memperhatikan beberapa hal, di kita itu ada tiga kategori tingkatan. Yang pertama adalah sales, bagaimana menjual produk yang baik dan benar. Selanjutnya adalah tim dan sistem yang harus dibuat dengan baik dan benar, baru terakhir adalah mengelola finance dengan baik dan benar serta terlibatnya tim dan mau seperti apa usaha yang dibuat kedepannya,” ujar Riawan.

Di sisi lain, Irma Sustika selaku Founder Womanpreneur Community menjelaskan bahwa mindset memang salah satu hambatan yang sering dijadikan kendala oleh para pengusaha pemula. “Ada beberapa UKM yang ketika ditanya mereka menjawab bahwa mereka hanyalah pelaku UKM atau hanya ibu rumah tangga bukan pengusaha,” ujar Irma. 

Melalui Womanpreneur Community, Irma ingin mengubah mindset para pelaku UKM khususnya para wanita. “Karena saya ingin menanamkan bahwa setiap perempuan yang gabung di Womanpreneur Community harus bisa berani menyatakan bahwa dirinya adalah seorang womenpreneur, saya pengusaha perempuan. Hal tersebut bisa menguatkan diri sendiri dalam menghadapi hambatan dalam bisnis,” ujar Irma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here