Kabupaten Sukoharjo Jadi Destinasi Wisata Jamu

Dewi Fadhilah Soemanagara | 18 Maret 2019, 17:58 WIB

Sukoharjo, MNEWS.co.id – Kabupaten Sukoharjo di Jawa Tengah didapuk sebagai destinasi wisata jamu. Pasalnya, Sukoharjo memiliki aktivitas usaha jamu dari hulu ke hilir, mulai dari kebun tanaman obat herbal, UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong, serta memiliki Industri Obat Tradisional.

BPOM RI bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mencanangkan “Kabupaten Sukoharjo Menuju Destinasi Wisata Jamu Indonesia” di kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo, Senin (18/3/2019).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 2.000 orang, terdiri dari komunitas Jamu/Jamu Gendong di Kabupaten Sukoharjo; Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Bapak Angkat UMKM Jamu Gendong; serta beberapa organisasi wanita dan komunitas masyarakat lainnya. Pada kesempatan yang sama juga diresmikan “Cafe Jamu” di Nguter Sukoharjo.

“Tak hanya itu, Sukoharjo juga memiliki Pasar Jamu Nguter yang merupakan sentra penjualan jamu dan bahan bakunya, yang berpotensi besar sebagai penunjang bagi pengembangan usaha jamu yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar. Selain itu jamu dikembalikan ke tengah-tengah keluarga sebagai budaya memelihara kesehatan yg telah diwariskan secara turun temurun,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima MNEWS.

Mendukung Nawacita ke-6 dan ke-7 Presiden RI terkait peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, BPOM RI secara berkesinambungan melakukan pembinaan berupa pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan mutu jamu yang diproduksi oleh UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong. Tak hanya BPOM RI sendiri, pembinaan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong juga dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan stakeholders terkait.

Menko PMK, Puan Maharani mengungkapkan hal yang sama. Puan Maharani menegaskan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong di pasar lokal maupun global, dibutuhkan komitmen berbagai pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun berbagai elemen masyarakat untuk membantu mengembangkan UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong.

“BPOM RI telah menunjukkan perannya dengan melakukan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong dalam pemenuhan persyaratan teknis dan membuka akses pasar. Untuk itu telah pula diperkenalkan jamu go online, untuk menjawab kebutuhan kemudahan mendapatkan jamu, dimana dan kapan saja,” jelas Puan Maharani.

Pencanangan Sukoharjo sebagai destinasi wisata jamu ini, lanjut Puan, akan memperluas akses pasar yang lebih besar baik secara lokal maupun global. Meningkatnya wisatawan yang datang ke Sukoharjo juga membuka peluang usaha lainnya seperti kuliner dan penginapan yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Sebagai destinasi wisata jamu, Kabupaten Sukoharjo dapat menjadi pusat edukasi jamu, terutama untuk generasi milenial, sehingga jamu sebagai warisan budaya di Indonesia tidak sirna,” imbuhnya.

Dukung Pelaku Usaha Jamu

Sebelumnya, BPOM RI telah melakukan bimbingan teknis kepada 30 pelaku usaha jamu gendong di Kabupaten Sukoharjo dengan melibatkan peran aktif para Bapak Angkat. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kegiatan pendampingan Kabupaten Sukoharjo sebagai destinasi wisata jamu.

Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan bagi UMKM Jamu lainnya, termasuk memberikan edukasi tentang jamu kepada berbagai komunitas masyarakat di Sukoharjo. Khusus di Provinsi Jawa Tengah terdapat 3 (tiga) Industri Obat Tradisional yang telah berkomitmen menjadi Bapak Angkat, yaitu PT. Sido Muncul (Semarang), PT. Borobudur (Semarang), dan PT. Konimex (Sukoharjo).

Beberapa terobosan telah dilaksanakan BPOM RI guna mendukung pengembangan UMK Jamu dan Usaha Jamu Gendong, di antaranya (1) meningkatkan daya saing UMKM Jamu dengan mengadakan program pembinaan dan pendampingan bagi UMKM Jamu, (2) menginisasi Industri Obat Tradisional menjadi Bapak Angkat bagi UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong. (3) memperkenalkan sistem penjualan jamu online kepada para pelaku UMKM Jamu/Usaha Jamu Gendong dan generasi milenial, serta (4) memasyarakatkan minum jamu dengan membudayakan “Minum Jamu Bersama” pada setiap acara-acara resmi.

BPOM RI bersama Kementerian/Lembaga terkait lainnya berkomitmen untuk terus melakukan bimbingan dan pelatihan kepada para pelaku usaha jamu, untuk memastikan dan menjamin produk yang dihasilkan pelaku usaha, terutama UMKM Jamu dan Usaha Jamu Gendong memenuhi persyaratan dan standar keamanan, manfaat, dan mutu serta memiliki daya saing.

Hal ini sebagai wujud dukungan BPOM terhadap pelaku usaha, terutama UMKM, sekaligus upaya melestarikan jamu sebagai aset warisan budaya yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar