Fadhila Hally Makeup: Cantik Itu Hak Setiap Kalangan

Dewi Fadhilah Soemanagara | 19 Februari 2019, 17:03 WIB

 “Make-up is not a mask that covers up your beauty; it’s a weapon that helps you express who you are from the inside” – Michelle Phan.

 

Jakarta, MNEWS.co.id – Profesi make-up artist (MUA) bisa dibilang takkan lekang oleh zaman. MUA yang bertugas membuat seseorang tampil cantik terutama di hari spesialnya ini, bisa menjadi lahan penghasilan dengan keuntungan hingga jutaan rupiah per harinya.

Nurul Fadhila, MUA asal Depok pendiri Fadhila Hally Makeup ini punya cerita menarik yang patut disimak. Ibu dua anak berusia 26 tahun ini sudah malang-melintang di dunia tata rias sejak 2014. Perempuan yang akrab disapa Dilla memiliki misi menerapkan harga standar dengan kualitas yang sama dengan make-up bertarif mahal.

Pasalnya, dulu saat Ia menjadi pengantin, belum banyak MUA yang variatif dan mengikuti tren make-up kekinian. Kebanyakan MUA pada waktu itu masih sulit menyesuaikan dengan keinginan klien, karena masih jarangnya tren make-up yang sudah lebih bervariasi seperti sekarang.

Mengawali karirnya sebagai henna artist di 2012, tahun berikutnya Dilla memulai usaha make-up untuk pagar ayu dan wisuda. Bermodalkan niat dan komitmen, Dilla yang memulai langkahnya secara otodidak mulai dipercaya orang untuk make-up pengantin.

“Awalnya otodidak belajar make-up, karena suka make-up sendiri dan make-up-in orang. Akhirnya, ada yang percaya buat makeup pengantin. Aku mau ubah mindset kalau ngga melulu anak muda ngga berpengalaman, tapi anak muda juga bisa punya kesempatan. Harus pintar-pintar upgrade ilmu, ngikutin tren,” jelas Dilla kepada MNEWS usai mendandani salah satu klien pengantin di bilangan Ragunan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dilla mengaku belajar banyak lewat kanal Youtube. Dirinya juga sering membuat tutorial before-after. Selain itu, mengikuti kursus wedding Dewi Tia, Anggun Make-up, dan berbagai workshop lainnya. Sejumlah penghargaan pun sudah pernah diraihnya.

Tren Warna Nude dan Rose Gold

Lebih lanjut Dilla bercerita, saat ini tren make-up yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya calon pengantin adalah warna nude dan rosegold. Alasannya, karena warna-warna ini cenderung natural dan menimbulkan kesan cantik yang tidak berlebihan.

“Selera pengantin sekarang lebih ke natural, kalau ngga pinkish ya orange nude,” tuturnya.

Hasil make-up Dilla dengan nuansa warna nude orange. Foto: Nurjanah Dwi Setyawati.

Dengan mematok harga mulai Rp 8 jutaan per sekali make-up, tangan dingin Dilla dalam menyulap wajah kliennya menjadi cantik natural sudah punya reputasi yang memuaskan. Bahkan, hampir setiap hari dirinya mendapat job make-up.

Peralatan make-up yang digunakannya pun tidak kalah dengan MUA lain yang mematok harga ‘lumayan’, seperti MAC, Anastasia, Shu Uemura dan masih banyak lagi. Dilla berniat untuk bisa mempercantik siapa saja, tak terkecuali masyarakat yang tidak bisa menyewa jasa MUA yang mematok harga tinggi.

Suka Duka Jadi MUA

Selama hampir 5 tahun berkecimpung di dunia tata rias, tentu sudah banyak pengalaman dan suka-duka yang dialami perempuan asal Jakarta Timur ini. Salah satu dukanya, saat bertemu dengan klien yang membandingkan hasil kerjanya dengan orang lain.

“Dukanya kalau misalnya ketemu klien yang membandingkan hasil kita dengan orang lain. Klien pingin dapat kualitas MUA kelas atas, padahal bayarnya sedang,” kenang Dilla.

Ia melanjutkan, pernah juga ada masalah bentrok dengan keluarga klien, sebab orangtua tidak mau pakai jasa make-up nya, sementara pengantin keukeuh ingin didandani oleh Dilla. Pernah juga ada klien yang ngutang, dan tertipu klien yang transfer dengan bukti transfer palsu.

Sedangkan pengalaman menyenangkannya ketika klien puas dengan hasil make-up goresan tangannya, bisa menjadi perasaan senang tersendiri.

“Ketemu klien yang baik-baik banget. Nyambut dengan baik, respon baik. Dipercaya sama klien menengah ke atas merupakan suatu kehormatan. Senang dengan hasil kerja kita itu suatu kepuasan tersendiri,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu saja, Dilla pun ternyata pernah mengalami hampir satu bulan tidak ada job/klien yang menyewa jasanya. Pernah juga ditipu jasa penyewaan tenda hingga rugi puluhan juta rupiah. Tetapi itu semua tidak menyurutkan langkah Dilla untuk terus belajar dan mengembangkan usahanya.

Dilla tengah mendandani mempelai wanita di bilangan Ragunan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Foto: Nurjanah Dwi Setyawati.

Dengan modal awal sekitar Rp 1 juta untuk make up, kini Dilla bisa meraih omzet per bulan hingga Rp 100 jutaan. Ia juga memiliki 4 orang karyawan tetap di bagian wardrobe, serta 15 orang asisten make-up yang selalu membantu pekerjaannya.

Dilla juga memiliki galeri kebaya di rumahnya di kawasan Depok, sekaligus studio foto. Pasalnya, suami Dilla adalah seorang fotografer, dan mereka kerap bekerja sama menggarap proyek wedding klien.

Ke depannya, Dilla bertekad untuk memperbanyak koleksi galeri kebayanya. Serta, upgrade ilmu supaya lebih bisa mengikuti tren zaman sekarang. Ia juga berencana mengurus hak paten dan mendirikan badan hukum Perseroan Terbatas (PT) untuk legalitas usahanya.

Cantik Itu Hak Semua Kalangan

Apa arti make-up bagi seorang Dilla? Make-up baginya seperti soulmate, karena dari sini Dilla belajar segala sesuatunya dari 0, menempuh banyak pengalaman berharga. Bertemu dengan banyak orang, bisa mengetahui karakter-karakter klien, belajar sabar dan menjalani step by step dari awal. Ada kepuasan tersendiri bagi Dilla jika Ia berhasil membuat orang jadi cantik.

“Pesen Dilla buat MUA, tetep humble sama klien, karena tujuan kita make-up itu bantuin orang buat jadi cantik. Tujuan utama kita disini ngebantu klien buat mewujudkan impiannya jadi cantik. Cantik itu hak semua kalangan, bukan hanya menengah ke atas tapi juga menengah ke bawah. Cantik itu ngga cuma buat yang punya uang,” pungkas Dilla sembari tersenyum.

Tips Memulai Usaha Ala Dilla

Dilla pun berbagi tips memulai usaha bagi kalian yang ingin memulai bisnis khususnya di bidang make-up. Pertama, tetapkan tujuan bukan untuk mengejar uang. Pasalnya, kepuasan itu bukan cuma dari uang. Terkadang orang bangga bisa menetapkan tarif mahal, padahal kalau mengejar uang, tidak akan dapat hasil yang bagus.

“MUA itu ngga cuma bikin orang cantik, tapi dapet pahala juga karena bikin orang senang. Dengan harga sedang tapi kualitas bagus, jadi bantu orang juga. Kalau niatnya ngebantu, job akan datang dengan sendirinya,” ujar Dilla.

Ia pun bersyukur, dengan harga yang relatif terjangkau, Dilla sudah bisa membangun rumah sendiri hingga menunaikan ibadah umrah. Semua itu karena ketekunan dan ketelatenannya dalam bekerja, dengan niat membantu mereka dengan budget pas-pasan yang tetap ingin tampil cantik di hari bahagianya.

“Ngga apa-apa, mungkin sekarang belum bisa mahal-mahal, yang penting kerjaan berkah, lancar, karena pernah ngerasain banyak temen menengah ke bawah juga. Masih banyak yang pingin tampil cantik tapi low budget,” tandasnya.

Penasaran dengan portofolio Fadhila Hally Makeup? Bisa kunjungi laman facebook-nya di SINI atau akun instagramnya di SINI

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar