Sekilas Mengenai Hari Batik Indonesia

Rasti R | 02 Oktober 2019, 10:32 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Batik Indonesia telah mendapat pengakuan dunia dan semakin populer, salah satu buktinya adalah produk yang diekspor sudah merambah Eropa hingga Amerika Serikat (AS). Batik Indonesia telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-Bendawi pada 2 Oktober 2009 oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

Batik merupakan sebuah kain yang dilukis dengan menggunakan cairan lilin malam dan alat yang bernama canting sehingga menghasilkan pola-pola yang indah pada kain. Batik diambil dari kata 'amba' yang mempunyai arti lebar, sementara kata ‘tik’ berasal dari kata titik. Artinya, batik adalah titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar sedemikian rupa sehingga menghasilkan pola-pola yang indah.

Popularitas Batik Indonesia dikenal oleh masyarakat luar negeri ketika Presiden Soeharto pada pertengahan tahun 80-an, memberikan batik sebagai cinderamata untuk para tamu-tamu negara. Tak hanya itu, Presiden Soeharto juga mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB yang membuat batik semakin terkenal.

Dahulu batik hanya dikenakan hanya untuk pakaian raja, keluarga kerajaan, dan para pekerja di dalam kerajaan. Karena pekerja di kerajaan tinggal di luar keraton, mereka sering membawa pekerjaan membatik ke luar kerajaan. Oleh karena itu, tak lama kemudian banyak masyarakat yang meniru membuat batik. Semula kegiatan membatik ini hanya dikerjakan oleh para perempuan untuk mengisi waktu senggang, namun saat ini membuat batik dapat dilakukan oleh siapa saja.

Sejak awal kemunculannya, motif batik dibuat berdasarkan simbol-simbol yang bernuansa tradisional Jawa, Islami, Hinduisme, dan Budhisme. Saat ini pembuatan batik juga tidak hanya dengan menggunakan canting atau yang dikenal juga batik tulis. Seiring dengan perkembangan teknologi, hadirlah batik cap yaitu teknik yang menggunakan cap atau alat semacam stempel muncul untuk mempercepat waktu pembuatan batik. Namun, batik cap kurang dianggap memiliki nilai seni dan dihargai dengan murah dibandingkan dengan batik tulis.

Beberapa motif batik Indonesia yang terkenal yaitu Batik Mega Mendung, batik Tujuh Rupa Pekalongan, Batik Parang Rusak, Batik Keraton, Batik Bali, Batik Betawi, dan masih banyak lagi.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 003.3/10132/SJ tentang pemakaian baju batik, Kementerian Dalam Negeri menghimbau agar masyarakat dapat mengenakan batik dalam rangka Hari Batik Nasional 2 Oktober 2019.

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar