Presiden Jokowi : Masalah Sampah di Kawasan Wisata harus Menjadi Prioritas

Rasti R | 21 November 2019, 17:33 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait menyelesaikan masalah sampah yang bertebaran di destinasi wisata seperti Labuan Bajo hingga Candi Borobudur. Masalah penanganan sampah, menjadi salah satu cara pengembangan destinasi pariwisata.

"Masalah kebersihan tolong dimulai kementerian terkait. Urusan sampah, plastik, yang bertebaran di kawasan wisata benar-benar bisa diselesaikan. Mungkin kita konsen dulu pada Labuan Bajo, Mandalika, Toba, Manado (Bunaken), dan Borobudur," ujar Jokowi dalam rapat terbatas mengenai pengembangan destinasi prioritas pariwisata di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/19).

Beberapa menteri terkait hadir dalam rapat terbatas seperti Menparekraf Wishnutama dan Mendikbud Nadiem Makarim. Kepada Nadiem, Jokowi meminta SMK pariwisata dimaksimalkan untuk menunjang SDM di sektor pariwisata.

"Penyiapan SDM yang mendukung sektor pariwisata sehingga Mendikbud, SMK-SMK yang berada di lingkungan wisata mestinya lebih dititikberatkan ke arah dukungan sektor wisata," kata Jokowi.

Sejumlah pekerjaan lainnya juga diberikan Jokowi kepada menteri. Tugas yang diberikan meliputi masalah akses ke destinasi wisata, pengaturan tata ruang, dan event-event di daerah.

"Saya melihat kita memiliki materialnya banyak di daerah. Namun untuk kemasan packaging perlu dibenahi. Dan juga, fasilitas-fasilitas yang mendukung ke arah itu perlu diperbaiki. Saya kira kita juga harus sentuh masalah kostum, pakaian adatnya, kemudian calendar of event, kemudian yang berkaitan dengan event besar atau annual eventnya," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengawasi mengenai permasalahan sampah yang ada di berbagai kawasan wisata di Indonesia, khususnya di Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Manado, dan Borobudur. Dia pun meminta persoalan sampah segera diatasi untuk mendongkrak sektor pariwisata Indonesia. 

Jokowi mencontohkan, runway Bandara Internasional Komodo yang jadi akses menuju Labuan Bajo harus diperpanjang oleh Kementerian Perhubungan. Seiring dengan itu, Kementerian PUPR harus bisa membangun jalan darat ke tempat-tempat wisata di Labuan Bajo.

"Termasuk juga memperbaiki kawasan, baik itu pelabuhan atau tempat-tempat untuk mempermudah wisatawan datang ke tujuan," katanya.

Jokowi juga menilai bahwa, di berbagai daerah memiliki banyak material untuk menggelar acara wisata. Hanya saja, kemasan dari berbagai acara wisata tersebut harus dibenahi dan fasilitas penunjang harus diperbaiki.

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar