Perempuan Penyintas Korban Bencana Sulteng Diberi Modal Usaha

Rasti R | 24 September 2019, 10:05 WIB

Palu, MNEWS.co.id - Sebanyak 560 perempuan penyintas korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang berada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, yang kehilangan sumber penghasilan, memperoleh dana stimulan berupa modal usaha dari Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) dengan dukungan dana ChilFund dan AKH Germany.

"Bantuan usaha yang kita berikan berupa modal usaha pribadi dan kelompok usaha. Kita juga bantu alat-alat produksi untuk kelompok usaha," kata Iwan Setiyoko, Koordinator Unit Penggalangan Sumber Daya, YSKK, setelah memberikan bantuan modal usaha dan alat usaha kepada perempuan penyintas dan kelompok usaha penyintas di hunian sementara (huntara) Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Selasa (24/9/19).

Wahyu menjelaskan bahwa modal yang diberikan sejak Maret sampai akhir September sudah terkumpul sebesar Rp1,6 miliar. Bantuan itu antara lain berupa dana stimulan modal usaha kepada perempuan penyintas yang kehilangan sumber penghasilan yang tinggal di rumah senilai Rp2,25 juta, yang tinggal di huntara Rp2,75 juta dan kepada kelompok usaha Rp11 juta.

"Mereka yang mendapat dana stimulan bantuan modal usaha akan mendapat pendampingan agar usaha yang mereka jalankan dari modal usaha yang kami berikan tetap berjalan," katanya.

Selain itu ada beberapa instansi baik di tingkatan Pemerintah Povinsi Sulawesi Tengah, hingga kota serta kabupaten juga telah menyampaikan komitmennya untuk mendampingi dan membina kelompok usaha tersebut. Sementara para penerima modal usaha pribadi meski yayasan kemanusiaan itu telah meninggalkan wilayah terdampak bencana nanti.

"Instansi yang sudah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program ini yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Penanaman Modal dan Pelyanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak," kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, agar produk para pelaku usaha yang menerima bantuan yang sebagian besar yaitu sektor makanan, pihaknya akan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membantu memasarkan produk-produk buatan mereka dengan menyediakan gerai penjualan produk buatan para penyintas hingga memasarkannya ke luar daerah.

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar