Ilustrasi warteg. (Foto: ANTARA)

Jakarta, MNEWS.co.id – Sejumlah 60 pengusaha warung Tegal (Warteg) disebut telah siap untuk terkoneksi dengan e-commerce dan on boarding dalam laman bela pengadaan. Para pelaku usaha tersebut saat ini tengah melakukan bimbingan tekniks (Bimtek), untuk pelaksanaan digitalisasi pemasaran tersebut.

Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM, Eddy Satriya mengatakan hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah guna mendorong perekonomian melalui pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Implementasi Pengadaan Barang dan Jasa.

Aturan pengadaan barang dam jasa yang baru ini memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk terlibat dalam pengadaan barang/jasa pemerintah. “Sebagai langkah awal menjadi penyedia, pelaku UMKM harus terlebih dahulu on boarding dalam laman Bela Pengadaan ataupun e-commerce yang tergabung didalamnya,” ujar Eddy.

Ia menambahkan bahwa peserta pelatihan merupakan usulan dari 186 pengusaha warteg anggota Paguyuban Pedagang Warteg se-Jakarta dan sekitarnya (Pandawakarta). Peserta yang diusulkan selanjutnya dikurasi oleh PT. Grab Teknologi Indonesia.

Tujuan pelaksanaan bimtek ini, untuk meningkatkan kapasitas usaha mikro sektor kuliner khususnya pengusaha warteg untuk penyediaan paket meeting. Selain itu juga memberikan informasi tentang skim Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Usaha Mikro, mendukung program Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang akan dicanangkan Menteri Koperasi dan UKM di Jawa Barat pada April mendatang, digitalisasi pemasaran usaha mikro melalui e-commerce dan laman Bela Pengadaan.

“Juga memberikan informasi dan bimbingan kepada pelaku usaha mikro cara mengakses dan bergabung dalam e-commerce dan Laman Bela pengadaan,” ungkapnya.