Bandung, MNEWS.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, belum lama ini telah mengeluarkan dana sejumlah Rp163,6 miliar untuk pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dana tersebut sudah diberikan untuk 500 wirausaha baru.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menjelaskan dana tersebut digunakan untuk mengembangkan 492 koperasi serta mendorong UMKM naik kelas berbasis digital sebanyak 3.500 orang. Menurutnya, Pemprov Jabar selalu mendorong UMKM masuk ke dalam sistem ekonomi digital.
“Di sektor umkm ini, prioritas program pemulihan ekonomi, menjadi prioritas besar mengingat jumlah pelakunya sangat banyak dan menyerap tenaga kerja dan berkontribusi pada produk domestik bruto,” katanya.
Saat ini pelaku UMKM di Jabar berjumlah 4.545.874 usaha atau sekitar 98,8 persen dari pelaku usaha. Sementara jumlah usaha besar atau korporasi hanya 53.373 usaha. Penyerapan tenaga kerja UMKM mencapai 8.400.000 orang, sementara dari korporasi 2.800.000 orang.
Dalam program pemulihan ekonomi, Satgas ekonomi Jabar telah menyusun road map yang dibagi dalam tiga rencana aksi dari tahun 2020-2023. Tahap pertama adalah tahap penyelamatan yang berfokus pada tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan menghidupkan kembali UMKM terdampak.
Selanjutnya pada tahap kedua yakni akan fokus kepada pemulihan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor usaha dan membuka bidang-bidang baru investasi dan industri. Sedangkan tahap terakhir adalah tahap normal yang berfokus pada kelanjutan program pemulihan dan sektor ekonomi lainnya secara informal.
Menurutnya, tantangan yang menghadang pada masa pandemi ini, memang tidak mudah. Begitu pula Jabar dengan Jabar yang jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa.
“Tidak jemu saya ingatkan ke Jabar agar menaati protokol kesehatan. Mari kita disiplin memakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan batasi bepergian. Dengan taat memakai Masker, kita semua akan menjadi pahlawan untuk melindungi diri sendiri, melindungi keluarga dan orang lain dan mencegah persebaran Covid-19,” ujar Ridwan.
Dengan kerja sama dari berbagai pihak baik pemerintah ataupun swasta, Ia yakin Indonesia mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi. Optimalisasi aspek kesehatan anak pemulihan ekonomi dalam tiga bulan ini, akan sangat menentukan ekonomi Indonesia agar tidak tumbuh negatif di kuartal tiga ini. Sehingga, tidak masuk ke jurang resesi akibat pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut.