Garuda Indonesia Angkut Komoditas Ekspor ke Dubai dan Tiongkok. (Foto: dok. Garuda Indonesia)

Jakarta, MNEWS.co.id – Pelaku UMKM yang tertarik ingin menjual produknya ke luar negeri perlu menggali pengetahuan lebih dalam untuk membuka akses informasi terkait aktivitas ekspor. 

Hal inilah yang melatarbelakangi terbentuknya Komunitas Bisa Ekspor yang digagas oleh Julio Ekspor, hingga menjadi salah satu komunitas UMKM ekspor terbesar di Indonesia, dengan jumlah lebih dari 280.000 eksportir.

Julio tidak segan-segan membagikan cerita mengenai tantangan serta tips bagi pelaku UMKM yang ingin merambah pasar ekspor. 

Founder & CEO PT Universal Coco Indonesia tersebut berpesan, pelaku UMKM hendaknya tidak takut untuk melebarkan sayap ke pasar ekspor. Pasalnya, saat ini persaingan usaha dalam negeri juga berkompetisi dengan produk-produk impor buatan China yang terjangkau harganya dengan kualitas baik. 

Contohnya di marketplace yang mencerminkan banyaknya importir produk murah meriah dari China yang laris manis di Indonesia. Karenanya, pelaku UMKM juga harus berani untuk ekspor dan menjangkau pasar luar negeri. 

“Produk UMKM itu bersaing bukan hanya antarkota, antarprovinsi, tetapi juga antarnegara. Kita saat ini berkompetisi dengan produk-produk murah dan kualitas bagus,” ujar Julio dalam acara virtual belum lama ini. 

Dia menambahkan, pelaku UMKM dapat mempelajari seluk-beluk ekspor di komunitas Bisa Ekspor. Saat ini, Bisa Ekspor memiliki lebih dari 35 negara tujuan ekspor dan 1.050 lebih supplier terdaftar. Bahkan, produk UMKM yang diekspor pun mencapai lebih dari 10.000 kontainer. 

Beberapa pelaku UMKM yang bergabung dalam komunitas Bisa Ekspor antara lain memproduksi biji kopi, seafood, makanan precooked skipjack dan yellowfin tuna, kemiri, produk turunan kelapa, hingga sapu lidi. 

“Bahkan, ada mahasiswa yang omzetnya di Bisa Ekspor telah mencapai Rp1 miliar,” tandasnya. 

Didirikan sejak 2019, Komunitas Bisa Ekspor telah mengedukasi dan membantu ratusan ribu pelaku UMKM masuk ke pasar internasional. Tidaklah mengherankan, pasalnya potensi bisnis pelaku UMKM masih terbuka lebar. 

Sebagai informasi, jumlah pelaku UMKM di Indonesia memang terbilang melimpah. Per 2018, ada 64,18 juta unit UMKM yang menyumbang porsi 61 persen PDB. UMKM berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 97% pada tahun 2018 dan berkontribusi ekspor sebesar 14,7%.