Jepang Tawarkan Bantuan Sektor UMKM Dalam Hadapi Digitalisasi

Rasti R | 09 September 2019, 06:26 WIB

Bangkok, MNEWS.co.id - Kementerian Perdagangan, Ekonomi dan Industri Jepang menawarkan kepada negara ASEAN mengenai kerja sama dalam mengembangkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar bisa memanfaatkan peluang di industri ekonomi digital.

Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan RI, mengatakan bahwa pemerintah Jepang mengajak kerja sama bagi pelaku UMKM di ASEAN untuk bisa merambah industri 4.0. Pernyataan itu disampaikan dalam Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers’ Meeting/AEM) ke-51 di Bangkok, Thailand, Sabtu (7/9/19).

Dua hal yang ditekankan dalam kerja sama tersebut yaitu mengenai transfer teknologi dari Jepang dan juga pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Salah satu konkretnya mereka menawarkan bea siswa untuk SDM agar bisa merambah industri 4.0,” kata Enggar setelah selesai dalam pertemuan dengan Kementerian Perdagangan, Ekonomi dan Industri Jepang atau Minister of Economy, Trade and Industry (METI).

Enggar menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan Menteri Ekonomi ASEAN yang membahas tentang konsultasi dengan METI itu,  terdapat asosiasi pengusaha dari ASEAN dan Jepang yang mengungkapkan gagasannnya untuk maju bersama mengembangkan industri 4.0. 

“Jepang kuat dari sektor UMKM nya. Mereka bisa masuk untuk kerja sama agar tidak tertinggal dengan digitalisasi yang ada,” ujarnya.

Jepang merupakan salah satu mitra paling penting bagi ASEAN. Karena hingga akhir 2018, Jepang telah menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi ASEAN dengan nilai 225,3 miliar dolar AS atau 8,1 % dari total perdagangan barang ASEAN. Selain itu Jepang juga menjadi penyumbang investasi asing langsung (Foreign Direct Investment) terbesar kedua di ASEAN dengan nilai 21,2 miliar dolar AS atau terhitung 13,7 persen dari total aliran FDI ke ASEAN.

Pertemuan konsultasi METI, merupakan salah satu rangkaian AEM ke-51 di Bangkok, Thailand pada  5-11 September 2019. Minggu lalu (7/9) telah digelar pertemuan tingkat menteri untuk membahas perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership yang melibatkan 10 negara ASEAN dan enam negara mitra ASEAN. Ke-16 negara itu menguasai 40 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global.

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar