Ilustrasi Barongsai. (Foto: CNY Goodies)

Jakarta, MNEWS.co.id – Pergantian tahun baru Imlek dalam kalender China sering kali menjadi momentum yang paling ditunggu-tunggu oleh sebagian besar orang. Berbicara tentang tahun baru Imlek atau tahun baru China juga menjadi saat yang ditunggu oleh masyarakat Tionghoa.

Seiring perkembangan zaman, maka terbentuklah beberapa tradisi yang akhirnya turun menurun dan wajib dijalani dalam setiap perayaan Imlek. Dikutip dari Republika, berikut ini beberapa tradisi yang ada saat perayaan Imlek yaitu :

1. Pulang kampung

Tradisi ini sangat penting sehingga perjalanan Imlek setiap tahun digembar-gemborkan sebagai ‘migrasi manusia terbesar di dunia’ sebelum Covid-19 mewabah. Pada 2019, diperkirakan 3 miliar perjalanan akan dilakukan selama musim liburan, diwartakan The Culture Trip.

Makan malam reuni keluarga yang jatuh pada Malam Imlek juga mencakup ritual pemujaan leluhur yang menghubungkan sejarah liburan selama 3.800 tahun hingga saat ini. Sebagai bagian dari memulai tahun baru, merupakan inti perayaan ini.

2. Memberikan angpao

Angpao artinya memberikan kekayaan dengan orang yang dicintai. Sejumlah uang yang dimasukkan ke dalam amplop merah yang diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa yang belum menikah selama liburan.

Imlek juga dirayakan di Korea Selatan, disebut dengan Perayaan Seollal. Bukan angpao yang diberikan tapi berupa tas merah, dan hadiah uang disertai dengan pesan penyemangat dan berkah keberuntungan untuk tahun baru.

3. Menyalakan petasan kembang api

Imlek tidak akan lengkap tanpa kembang api. Di China, petasan Tahun Baru dibuat dari untaian gulungan kertas merah berisi bubuk mesiu yang, ketika dinyalakan, meninggalkan serpihan kertas merah. Suara keras petasan berfungsi untuk menakuti Nian, monster mirip singa yang menurut legenda bangkit dari laut untuk pesta daging manusia di tahun baru.

Untuk menghalau dan menakut-nakuti Nian yang datang, petasan harus dibunyikan. Itu lah yang menyebabkan Imlek harus terdengar suara petasan atau kembang api bersahut-sahutan.

4. Menonton tarian tradisional

Barongsai juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek. Tarian tradisional yang berwarna-warni ini ditampilkan di luar ruangan dengan diiringi drum dan simbal, terkadang sebagai parade jalanan. Biasanya, masyarakat berduyun-duyun menyaksikan parade barongsai. Di beberapa daerah, opera tradisional yang bercerita mengenai dewa-dewi juga dipertunjukkan. Masyarakat antuasis dengan kemeriahaan tersebut.

5. Berdoa di kuil

Musim Tahun Baru Imlek adalah waktu sibuk untuk kuil. Masyarakat biasanya mengunjungi kuil pada hari ketiga Imlek. Mereka untuk menyalakan dupa dan berdoa kepada dewa untuk berkah dan semoga sukses di tahun mendatang. Banyak kuil besar juga akan menampilkan tarian naga dan singa yang meriah di halaman.

Di Tibet, merayakan Imlek dengan tspedro. Biasanya, biksu memberi bentuk dan warna pada dekorasi yang terbuat dari mentega, berupa patung atau ukiran rumit. Dijadikan sebagai persembahan dewa.

Masyarakat Tionghoa di Indonesia memiliki sejumlah tradisi yang wajib mereka jalankan ketika Tahun Baru Imlek tiba. Zaman telah berganti, beberapa tradisi terus dipertahankan dari generasi ke generasi. Hal itu bukti penghormatan terhadap adat istiadat setempat, menjadi kunci untuk merayakan Tahun Baru Imlek sepenuhnya.