Banten, MNEWS.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendorong UMKM di Banten melakukan transformasi ke ekonomi digital di tengah pandemi Covid-19. Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, menyatakan saat ini diperlukan stimulus ekonomi khususnya bagi pelaku UMKM di seluruh sentra produksi di Provinsi Banten.
“Karena itu kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha, sektor perbankan, perusahaan telekomunikasi, dan media massa perlu terus dikembangkan menyukseskan Program UMKM Go Digital di Provinsi Banten,” kata Andika.
Andika menjelaskan Provinsi Banten memiliki berbagai komoditas unggulan khususnya pada sektor pertanian dan industri kreatif yang sangat potensial. Data Badan Ekonomi Kreatif RI menunjukkan bahwa Banten pengekspor ekonomi kreatif ketiga terbesar nasional.
Pemprov Banten saat ini tengah mengembangkan sektor agribisnis sebagai sektor unggulan dengan mengoptimalkan dukungan rantai pasok produk-produk unggulan agribisnis di Provinsi Banten, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Oleh karena itu, peningkatan layanan digital diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan rantai pasok komoditas pertanian Banten untuk bertranformasi dalam pemasaran produk pertanian Banten ke dalam ekonomi digital.
Menurut Andika, Banten memiliki banyak produk UMKM dan sentra-sentra produksi yang menghasilkan berbagai produk unggulan seperti sentra pembuatan tas di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sentra pembuatan emping melinjo di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang dan sentra perajin gula aren di sejumlah desa di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak.
Andika berharap berharap dengan hadirnya peresmian Bulan Layanan Digital dan Mandiri Festival Belanja Banten, dapat meningkatkan geliat perekonomian daerah khususnya sektor UMKM di Provinsi Banten. Kegiatan ini digelar pada Rabu, (14/10/20).
Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Bank Mandiri dalam rangka memperkuat lini layanan dan produk perbankan digital untuk meningkatkan pemanfaatan. Selain itu juga membudayakan kebiasaan bertransaksi secara online di masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19.