Festival Jalin Mimpi Bantu Anak Sumba Melalui Dunia Pendidikan

Rasti R | 24 Februari 2020, 10:05 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id - Yayasan Jalin Mimpi atau yang lebih dikenal dengan ID Volunteer, berkolaborasi dengan Travacello Care menghadirkan Lokakarya Festival Jalin Mimpi. Kegiatan ini diadakan untuk membantu masyarakat di Desa Papu, Sumba Timur melalui dunia pendidikan agar bisa memiliki fasilitas kegiatan belakar mengajar yang lebih baik. Festival ini diadakan pada Sabtu (22/2/20) bertempat di kantor pusat Gojek.

Salah satu kegiatan yang dihadirkan adalah Lokakarya Melukis bersama Bartega dengan menampilkan berbagai produk ramah lingkungan seperti membuat aksesoris dari limbah plastik, membuat kerajinan tanah liat, merangkai bunga, dan mempelajari teknik pewarnaan alami. Festival ini juga menghadirkan pelatihan bahasa isyarat Indonesia bersama Handai Tuli serta Fantasi Tuli. Selain itu juga ada seminar kewirausahaan berbasis sosial dengan tema "Sustainable Business with Social Impact" bersama dengan ID Volunteer, Travacello, Generasi Muda Perduli, Parakerja, dan Womenpedia.

Nantinya seluruh dana yang sudah terkumpul dari rangkaian kegiatan Festival Jalin Mimpi akan disumbangkan untuk membantu merenovasi sekolah di Desa Papu, Sumba Timur. Selain itu guna membantu membangun sarana listrik serta air agar lebih baik bagi komunitas yang ada didaerah tersebut.

Tak hanya membangun sekolah, Yayasan Jalin Mimpi juga akan membantu dalam memperluas kurikulum yang diajarkan pada sekolah tersebut sehingga dapat menjadi ramah untuk disabilitas. Karena berdasarkan fakta di lapangan, proses belajar mengajar SLB di Sumba digabungkan antara anak tuli dan anak berkebutuhan khusus. Sehingga materi yang ada tidak tersampaikan dengan baik, selain itu juga guru-guru jarang menggunakan bahasa isyarat saat membawakannya.

Christa Sabathaly, selaku ketua panitia Festival Jalin Mimpi sekaligus Co-Founder Yayasan Jalin Mimpi Indonesia mengatakan, visi yang akan dijalankan adalah memberikan pendidikan gratis dengan kualitas lebih baik. Tak hanya itu, pihaknya juga akan memberikan kurikulum yang diajarkan dengan bahasa isyarat Indonesia untuk teman tuli di Sumba.

Festival ini juga mengadakan Gala Amal dengan menghadirkan beberapa musisi sukarelawan yaitu Catholic Fellowship Jakarta, Neida Aleida, Immanda, serta kolaborasi musik Barasuara dengan komunitas Handai Tuli dan Fantasi Tuli. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (23/2/20) bertempat di Hutan Kota by Plataran. 

Tentang Penulis
Rasti R
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar