Animo Pelaku UKM Tembus Pasar Global Semakin Meningkat

Dewi Fadhilah Soemanagara | 19 Juni 2019, 15:01 WIB

Jakarta, MNEWS.co.id – Animo pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berminat masuk pasar Asia tergolong cukup besar. Terbukti, lebih dari 85 pelaku UKM mendaftar untuk mengikuti pameran Indonesia Cultural Festival (ICF) 2019.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mengatakan, para peserta ICF merupakan pelaku UKM yang berasal dari berbagai daerah, seperti Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I Yogyakarta, serta Bali diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memasarkan produk unggulannya.

“Peluang UKM besar masuk ke pasar global sehingga bisa persiapkan diri agar produknya bisa diterima di pasar Azerbaijan. Kami sangat berharap bapak-ibu bisa memanfaatkan momentum ini untuk mencari informasi produk yang paling diminati sesuai dengan karakter masyarakat di sana,” ujar Victoria dalam acara Workshop ‘Peluang Ekspor ke Azerbaijan' di gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Astri, UKM Jawa Classic Furniture and Craft asal Yogyakarta akan menyiapkan produk dan desain terbarunya untuk dibawa ke Pameran ICF 2019 di Azerbaijan. Dalam kesempatan pertama mengikuti pameran tersebut, Astri merasa senang karena bisa membuka peluang pasar baru bagi produknya. Selama ini ia membuka pasar luar negeri ke Rusia, Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, UK, Prancis, dan AS.

“Azerbaijan belum pernah, makanya saya ingin ikut. Karena kebetulan dekat dengan Rusia yang minat furniturenya lumayan bagus. Saya kan sudah punya buyer rutin di Rusia. Ini sekaligus mau mencoba peluang pasar,” ucap Astri.

“Saya menanyakan produk furniture yang model/desainnya seperti apa yang paling banyak diminati pasar Azerbaijan, terus produk bermaterial apa yang paling diminati apakah kayu solid, atau kayu recycle. Karena ketika saya mengikuti pameran di sana saya tidak akan membawa barang yang salah,” sambung dia.

Azerbaijan sebuah negara di Kaukasus di persimpangan Eropa dan Asia Barat Daya. Ia berbatasan dengan Rusia di sebelah utara, Georgia dan Armenia di barat, dan Iran di selatan. Azerbaijan yang mendeklarasikan diri negara Muslim moderat memiliki sejarah panjang tentang toleransi dan dipertahankan hingga saat ini. Sebanyak 80 persen populasi Azerbaijan beragama Islam. Meski demikian, gereja dan sinagog Yahudi berdiri di seluruh kota di negara itu.

Azerbaijan dan Indonesia mulai memiliki hubungan bilateral pada 24 September 1992. Indonesia menjadi negara terbesar kedua di antara mitra dagang luar negeri Azerbaijan. Bahasa Indonesia diajarkan di Universitas Bahasa Azerbaijan. Negara ini juga mendirikan pusat olah raga bela diri asal Indonesia, Pencak Silat. Sementara di UGM, Yogyakarta ada program multikulturalisme Azerbaijan, dan di UI didirikan Azerbaijan Corner.

Tentang Penulis
Dewi Fadhilah Soemanagara
Deskripsi penulis tidak tersedia


TAMBAHKAN KOMENTAR

Silahkan Masuk untuk berkomentar.

KOMENTAR

Memuat... Belum Ada Komentar